Peduli Masalah Kekerasan Seksual Anak, Faye Simanjuntak Masuk Forbes 30 Under 30

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Faye Simanjuntak. Instagram/@forbesindonesia

Faye Simanjuntak. Instagram/@forbesindonesia

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Nama Faye Simanjuntak ramai disebut-sebut di media sosial karena prestasi. Faye masuk ke jajaran Forbes '30 Under 30' pada Februari 2020 karena kesuksesannya mendirikan 'Rumah Faye'. Di usianya yang baru 18 tahun, dirinya sudah menjadi inspirasi banyak orang karena concern-nya di bidang kekerasan, pelecehan dan perdagangan seksual anak.

Bersama dengan ibunya, di usianya yang ke 11 tahun ia mendirikan 'Rumah Faye' untuk memerangi masalah eksploitasi anak. Pada tahun 2013 di usia 11 tahun (Faye Simanjuntak) dan ibunya Uli Pandjaitan meluncurkan @rumahfaye, sebuah organisasi yang memerangi kekerasan seksual, pelecehan dan perdagangan seksual anak.

"Ketika dia baru berusia sembilan tahun, dia pertama kali mengetahui tentang masalah ini dan berapa banyak anak seusianya yang menjadi korban," tulis keterangan Instagram Forbes Indonesia menyertakan foto Faye.

Dilansir dari akun Instagram Rumah Faye, cucu dari Luhut Binsar Pandjaitan tersebut memiliki moto hidup 'melayani Tuhan dan menolong sesama manusia'.

Profil Faye Simanjuntak merupakan anak pertama dari pasangan Mayjen TNI Maruli Simanjuntak dan Paulina Pandjaitan. Ia adalah cucu tertua dari Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Pemilik Rumah Faye itu lahir pada 10 April 2002 yang sedang menempuh pendidikan di Georgetown University, Washington DC, Amerika Serikat.

Sejak kecil, dirinya sudah terkenal sebagai aktivis HAM cilik yang berpengalaman dalam gerakan antiprostitusi anak (trafficking). Selain itu, Faye juga aktif di UNESCO untuk melakukan kegiataan sosial. Rumah Faye Di tahun 2013, Rumah Faye resmi berdiri untuk dikelola sebagai rumah aman untuk anak-anak korban prostitusi.

Kemudian pada 2018, setidaknya ada 30 anak yang ditampung dan menjalani pemulihan di Rumah Faye. Rumah Faye di Batam merupakan organisasi yang berfokus pada pencegahan pelecehan seksual dan perdagangan manusia dan rehabilitasi korban.

Saat menjalani karantina, korban yang ditampung akan diberi pelatihan keterampilan seperti membuat karya keramik atau tembikar, melukis, merajut dan menjahit. Faye juga aktif mengampanyekan hak anak di bawah umur, terutama yang menjadi korban pelecehan dan prostitusi di bawah umur.

Baca: Dampingi Penyintas Kekerasan Seksual, Menjadi Support System dan Pendengar

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."