Cerita Nikita Willy ke Bhutan, Tak Ada Lampu Lalu Lintas dan Ponsel Pintar

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Nikita Willy dan suami, Indra Priawan Djokosoetono. Instagram/@nikitawillyofficial94

Nikita Willy dan suami, Indra Priawan Djokosoetono. Instagram/@nikitawillyofficial94

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Aktris Nikita Willy dan suami, Indra Priawan Djokosoetono, membagikan kenangan saat mengunjungi Bhutan dengan melihat kembali dokumentasi video pribadi mereka. Mereka mengunjungi negara kecil di Asia Selatan itu selama 12 hari. Untuk mengunjungi Bhutan, mereka menjabarkan rute penerbangan yang dijalani mulai dari Jakarta-Singapura-Nepal-Bhutan. Saat penerbangan dari Nepal menuju Bhutan, mereka menikmati momen bisa melihat puncak Gunung Everest.

Setibanya di Bhutan, mereka mengaku terpikat dengan gaya busana penduduk di sana yang mengenakan Gho, pakaian tradisional Bhutan.

"Di Bhutan pas kita sampe kayak di dunia yang berbeda, inget gak? Karena semua orangnya pake pakaian khas mereka, namanya Goh. Jadi, enggak ada, jaranglah ada yang pake kaus-kaus kayak gini," tutur Indra dikutip dari kanal YouTube Nikita Willy Official, Kamis, 22 Juli 2021.

Sebelum menuju ke hotel tempat mereka menginap, Nikita dan Indra melihat sebuah kuil yang lokasinya di kaki bukit dan jembatan gantung yang sudah berdiri sejak abad ke-14. Dalam video itu, mereka tampak menyimak penjelasan sejarah kuil dan jembatan dari pemandu wisatanya yang mengenakan Gho warna biru.

Lalu, Nikita mengungkap penduduk di sana tak menggunakan ponsel pintar atau smartphone sebagai salah satu cara mereka menikmati hidup. "Mereka pakenya handphone-handphone kayak Nokia atau zaman dulu gitu. Karena mereka lebih ingin menikmati alam dan mereka ingin laid-back kayaknya. Jadi, gak pengen mengenal terlalu dalam tentang social media atau teknologi," ucap Nikita. 

Nikita Willy dan Indra Priawan saat memakai Goh, pakaian tradisional khas Bhutan. Foto: tangkapan layar YouTube Nikita Willy Official

Sesampainya di hotel yang berjarak satu setengah jam dari bandara, Nikita dan Indra menjajal mengenakan Gho. Mereka tampak dibantu dua orang saat mengenakannya. Pakaian tradisional tersebut terdiri dari beberapa lapis, ada bagian dalam seperti crop top lengan panjang dilapisi dengan luaran mirip kimono yang panjangnya selutut berdetail corak warna cerah. Untuk mengencangkan Gho, orang Bhutan memakai sabuk bernama kera. 

Sehari kemudian, mereka mengunjungi suatu tempat berdoa penduduk setempat. Dari pengamatan mereka, ada sejumlah gerakannya yang mirip dengan gerakan salat. Setelah itu, mereka menyusuri jalan yang paling sibuk di Bhutan dengan mobil. Selama di perjalanan, Nikita menyadari tak ada lampu lalu lintas dan semuanya tetap  berjalan teratur baik yang berkendara maupun berjalan kaki.

"Kita lagi ada di kotanya, main street. Jadi, ini tempat paling busy di Bhutan dan di sini tuh gak ada lampu merah. Tapi hebatnya gak ada kecelakaan dan gak begitu macet sih," ucapnya.

Saking mereka teraturnya, saking mereka mengikuti peraturan dan enggak mungkin macem-macem, enggak ada lampu lalu lintas sama sekali," lanjutnya.

Video yang direkam Nikita Willy saat menunjukkan tidak ada lampu lalu lintas di jalan perkotaan Bhutan. Foto: tangkapan layar YouTube Nikita Willy Official

Kemudian mereka menonton pertunjukan tari tradisional dan latihan memanah bersama penduduk lokal. Mereka juga menyusuri lembah dan melihat pemandian air panas.

Tak lupa, mereka menyambangi Tiger's Nest atau Paro Taktsang. Untuk menuju ke sana, dibutuhkan waktu mendaki selama empat jam, begitu pula saat menuruninya. Di awal pendakian, selama 40 menit mereka menaiki keledai, selanjutnya mereka berjalan kaki untuk sampai di bangunan ikonik yang berada di lereng bukit itu.

Baca juga: Gaya Nikita Willy Mengitari Apartemennya, Pakai Masker Ganda dan Face Shield

Kuliner khas Bhutan yang dicicipi Nikita Willy dan Indra Priawan usai mengunjungi Paro Taktsang. Foto: tangkapan layar YouTube Nikita Willy Official

Usai mengunjungi Paro Taktsang, mereka mengunjungi rumah penduduk dan mencicipi kuliner khas Bhutan. "Kita akhirnya disuruh datang ke rumah penduduk, itu adalah favorit aku dan Indra banget. Kalau misalkan trip ke mana-mana kita datang ke rumah penduduk karena kita pengen cobain homecook mereka," tuturnya.

Menurut mereka, memasaknya masih memakai tungku api dan camilan khasnya adalah chilli and chesee. "Itu benar-benar keju dan cabai. Dan mereka makannya dengan nasi, itu saja," ungkap Nikita Willy dalam bahasa Inggris.

Baca juga: Hampir 8 Bulan Menikah, Nikita Willy Belajar Mengendalikan Emosinya Sebagai Istri 

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."