Daripada Mendengarkan Musik, Lebih Baik Menulis Diary Sebelum Tidur

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Mitra Tarigan

google-image
Seorang anak perempuan tertidur sambil mendengarkan musik melalui Ipad mereka di Sekolah Steve Jobs, Sneek (21/8). REUTERS/Michael Kooren

Seorang anak perempuan tertidur sambil mendengarkan musik melalui Ipad mereka di Sekolah Steve Jobs, Sneek (21/8). REUTERS/Michael Kooren

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Mendengarkan musik menjelang waktu tidur Anda ternyata bisa mengganggu tidur Anda, ungkap sebuah studi baru dalam jurnal Psychological Science. Dalam studi itu, peneliti sekaligus profesor psikologi dan ilmu saraf di Baylor University, Michael Scullin dan tim menyelidiki hubungan antara mendengarkan musik dan tidur.

"Otak kita terus memproses musik bahkan saat tidak ada yang diputar, termasuk saat kita tidur. Semua orang tahu mendengarkan musik terasa menyenangkan. Remaja dan dewasa muda secara rutin mendengarkan musik menjelang waktu tidur. Semakin banyak Anda mendengarkan musik, semakin besar kemungkinan Anda terkena 'earworm'," kata Scullin seperti dikutip dari Science Daily, Senin 14 Juni 2021.

Earworms yakni kondisi saat sebuah lagu atau nada diputar berulang-ulang di benak seseorang, yang akhirnya membuat tidurnya terganggu. Orang yang mengalami earworms secara teratur di malam hari – satu kali atau lebih per minggu – enam kali lebih mungkin memiliki kualitas tidur yang buruk dibandingkan dengan orang yang jarang mengalami earworms.

Satu sorotan dalam studi yakni beberapa musik instrumental justu cenderung menyebabkan earworms dan mengganggu kualitas tidur daripada musik pada umumnya. Untuk sampai pada temuan itu, tim peneliti melakukan survei dan eksperimen laboratorium. Survei melibatkan 209 peserta yang menyelesaikan serangkaian survei tentang kualitas tidur, kebiasaan mendengarkan musik, dan frekuensi earworms, termasuk seberapa sering mereka mengalami earworm saat mencoba tertidur, terbangun di tengah malam, dan segera setelah bangun di pagi hari.

"Sebelum tidur, kami memainkan tiga lagu populer dan catchy seperti 'Shake It Off' Taylor Swift, 'Call Me Maybe' dari Carly Rae Jepsen, dan 'Don't Stop Believin' dari Journey," kata Scullin.

Mereka lalu secara acak menugaskan peserta studi mendengarkan versi asli dari lagu-lagu itu atau versi instrumentalnya. Hasilnya, mereka dengan "earworm" memiliki kesulitan yang lebih besar untuk tertidur, lebih banyak terbangun di malam hari, dan menghabiskan lebih banyak waktu dalam tahap tidur ringan.

"Hampir semua orang berpikir musik meningkatkan kualitas tidur mereka, tetapi kami menemukan mereka yang mendengarkan lebih banyak musik tidur lebih buruk," kata Scullin.

"Apa yang benar-benar mengejutkan, musik instrumental menyebabkan kualitas tidur yang lebih buruk - musik instrumental menyebabkan sekitar dua kali lebih banyak 'earworms'," kata dia.

Menurut Scullin, ada cara untuk menyingkirkan 'earworm' yakni melakukan aktivitas kognitif misalnya mengerjakan tugas. Menjelang waktu tidur, daripada menonton televisi atau bermain video game, Scullin menyarankan Anda untuk menghabiskan 5-10 menit menulis daftar tugas dan menuangkan pemikiran ke kertas. Sebuah studi yang pernan dilakukan Scullin menemukan, meluangkan waktu lima menit untuk menuliskan tugas-tugas esok hari sebelum tidur membantu seseorang membuang pikiran-pikiran yang mengkhawatirkan tentang masa depan dan tidur lebih cepat.

Baca: Atasi Gangguan Tidur dengan Akupuntur, Ini Kata Dokter

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."