Jalan Menuju Bahagia, Setiap Orang Punya Cara yang Berbeda

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Kinanti Munggareni

google-image
Semua orang berhak bahagia, tapi ukuran kebahagiaan setiap individu berbeda-beda. (Pexels/Andrea Piacquadio)

Semua orang berhak bahagia, tapi ukuran kebahagiaan setiap individu berbeda-beda. (Pexels/Andrea Piacquadio)

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Bagaimana Anda bisa membuat diri bahagia? Pertanyaan ini menjadi inti dari banyak tujuan yang dikejar orang. Kebahagiaan, yang sering disebut melibatkan emosi positif dan kepuasan hidup, memang bisa dipupuk dengan beberapa cara. Selain menambahkan elemen pemicu kebahagiaan ke gaya hidup, Anda juga dapat melatih pola pikir kebiasaan untuk menumbuhkan pandangan yang lebih optimistis.

Untuk membuat diri bahagia, Anda harus menjelajahi keadaan hidup Anda saat ini, menilai tingkat kebahagiaan, dan menemukan arah untuk bekerja yang kemungkinan besar akan membawa kegembiraan dan kepuasan yang lebih besar. Akan tetapi, perlu diingat bahwa kebahagiaan memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda.

Penelitian telah menunjukkan bahwa bakat Anda untuk kebahagiaan, sebagian besar, ditentukan oleh gen Anda. Profesor psikologi David T. Lykken, penulis Happiness: Its Nature and Nurture, dikutip dari Web MD, mengatakan bahwa "mencoba menjadi lebih bahagia itu seperti mencoba menjadi lebih tinggi." Kita masing-masing memiliki "titik kebahagiaan" yang berbeda.

Meskipun demikian, psikolog yang mempelajari kebahagiaan - termasuk Lykken - percaya bahwa kita bisa mengejar kebahagiaan. Kita bisa melakukan ini dengan menggagalkan emosi negatif seperti pesimisme, dendam, dan amarah. Selanjutnya kita dapat menumbuhkan emosi positif, seperti empati, ketenangan, dan terutama rasa syukur.

Identifikasi hal yang membuat Anda bahagia

Langkah pertama untuk membuat diri bahagia adalah mencari tahu hal-hal dalam hidup yang membuat Anda bahagia dan puas. Ini berarti menilai hal-hal yang benar-benar membuat Anda bahagia dan bukan yang dikatakan ataupun ekspektasi masyarakat tentang kegembiraan.

Terkadang mudah untuk terjebak dalam gagasan tentang yang menurut Anda akan membuat bahagia daripada yang sebenarnya membuat Anda bahagia. Orang-orang memperjuangkan hubungan cinta yang sempurna, rumah yang nyaman, tubuh yang indah, persetujuan orang lain, semuanya dalam upaya untuk bahagia.

Terkadang hal-hal ini membuat kita bahagia; di lain waktu, kita stres karena tidak mencapai tujuan kita, atau kita mencapainya dan ternyata kita masih belum bahagia. Di lain waktu, kita terlalu fokus pada satu tujuan yang dianggap membawa kebahagiaan sehingga kita tidak punya waktu untuk hal lain dalam hidup kita yang akan membuat kita benar-benar bahagia.

Faktor yang mendorong kebahagiaan

Pakar psikologi positif — mereka yang mempelajari kebahagiaan manusia dan faktor-faktor yang berkontribusi padanya — telah mengidentifikasi beberapa bidang utama kehidupan yang tampaknya lebih terkait dengan kebahagiaan pribadi. Beberapa faktor tersebut, seperti yang telah dikumpulkan Very Well Mind, antara lain:

  • Uang
  • Teman
  • Kesehatan
  • Kondisi hidup
  • Lingkungan
  • Kerohanian
  • Keterlibatan dalam komunitas
  • Arti dan tujuan hidup

Tidak puas dengan beberapa area ini tidak selalu menjadi penyebab ketidakbahagiaan dan merasa puas di sebagian besar area ini bukanlah jaminan untuk hidup bahagia. Namun, jika Anda lebih puas dengan bidang-bidang ini dalam hidup Anda, Anda cenderung lebih bahagia secara umum.

Berfokus pada beberapa area utama ini dapat membantu meningkatkan tingkat kebahagiaan Anda dalam kehidupan sehari-hari. Cari cara untuk membuat perubahan, meskipun itu hanya perubahan kecil pada awalnya, yang akan membantu Anda merasa lebih puas. Membuat pilihan yang sehat, terlibat dalam hal-hal yang Anda sukai, dan mengembangkan jaringan dukungan sosial yang kuat dapat membantu Anda menjadi lebih bahagia.

Baca juga: 4 Ciri Kamu Jomblo Bahagia, Tak Buru-buru Mencari Pasangan demi Orang Lain

WEB MD | VERY WELL MIND

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."