4 Aturan Penting Eksfoliasi untuk Kulit Sensitif, Menurut Pakar

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi wanita melihat wajahya di cermin. Freepik.com/Lifeforstock

Ilustrasi wanita melihat wajahya di cermin. Freepik.com/Lifeforstock

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Eksfoliasi atau pengelupasan sel kulit mati yang dilakukan secara rutin baik untuk menjaga kesehatan kulit wajah. Selain menyegarkan, juga mampu membersihkan pori-pori yang tersumbat dan menghilangkan minyak berlebih. Untuk pemilik kulit sensitif, beberapa pakar menyebutkan ada beberapa aturan penting yang wajib diperhatikan. Tujuannya menghindari terjadinya peradangan, jerawat, kulit kering hingga penuaan dini.

Apa saja yang harus diperhatikan pemilik kulit sensitif saat melakukan eksfoliasi? Berikut empat aturan pentingnya yang dilansir dari Bustle, Jumat, 2 April 2021.

1. Mulai secara perlahan dan pakai bahan yang menenangkan

Jika Anda berencana memasukkan exfoliant kimiawi ke dalam rutinitas kecantikan, mulailah dengan perlahan. “Saya akan mulai seminggu sekali,” kata Morgan Rabach, MD, seorang dokter kulit di LM Medical di New York, Amerika Serikat. "Dan jika itu terlalu berlebihan dengan sisa rejimen Anda, mulailah setiap dua minggu dan tingkatkan perlahan sesuai toleransi kulit."

Rouleau, pendiri Renee Rouleau Skincare,mengatakan Anda juga harus mencari produk yang memiliki bahan penyeimbang dan menenangkan untuk membantu mencegah iritasi, seperti kamomil, ekstrak cambuk laut, azulene, dan teh putih.

Jika Anda lebih suka eksfoliasi dengan scrub wajah, Rouleau merekomendasikan pengelupasan dengan manik-manik jojoba sebagai pilihan yang lembut. “Pada tingkat mikroskopis, manik-manik jojoba dipoles, bulat, dan halus,” katanya. Ini berarti manik-manik jojoba akan membersihkan sel-sel mati tanpa merusak kulit wajah.

2. Ketahui zat-zat yang harus dihindari

Semakin tinggi persentase asam dalam produk kecantikan, semakin tinggi kemungkinan mengiritasi kulit Anda. Rabach mengatakan aturan praktis yang baik untuk kulit sensitif adalah menggunakan produk berbahan dasar pengelupasan kimia yang memiliki 2 hingga 5 persen asam alfa atau beta-hidroksi. Lebih dari 5 persen akan terlalu banyak untuk kulit sensitif, menurut Rabach.

Anda juga harus menghindari metode pengelupasan fisik tertentu, seperti loofah, sarung tangan pengelupas, sikat, atau spons, kata Rabach. “Itu lebih rentan untuk menggosok terlalu banyak kulit [dan] menyebabkan iritasi dan perih,” katanya.

Pastikan untuk membaca label produk dalam rutinitas kecantikan Anda. “Orang dengan kulit sensitif harus menghindari produk yang diformulasikan dengan sulfat berbusa, pewarna sintetis, minyak sintetis konsentrasi tinggi, dan wewangian sintetis (kadang-kadang terdaftar sebagai parfum),” kata Rouleau, mencatat bahwa ini dapat menyebabkan kulit kering dan iritasi.

3. Coba manfaatkan alat kecantikan di rumah

“Steamer wajah tidak 'membuka' atau membersihkan pori-pori, tetapi melembutkan minyak yang terperangkap dan mengeras,” kata Rouleau. Kombinasi panas dan kelembapan memungkinkan penyumbatan di kulit Anda lebih mudah dihilangkan tanpa menambah stres atau kerusakan pada kulit Anda. Jika Anda akan mencobanya, Rouleau menyarankan untuk menggunakannya seminggu sekali.

"Pengelupasan ultrasonik juga sangat efektif untuk membersihkan pori-pori yang tersumbat," tambah Rouleau.

Perangkat ini menggunakan gelombang ultrasonik untuk menembus kulit untuk pengelupasan yang lembut. “Jika alat miring dan digunakan di celah-celah seperti di dagu atau sisi hidung, Anda dapat menghilangkan kotoran, minyak, dan bahkan komedo.”

Hasil akhirnya adalah kulit yang lebih lembut, lebih bersih, dan lebih bercahaya. Jenis kulit sensitif sebaiknya hanya menggunakan perangkat ini seminggu sekali dan kurangi jika Anda mulai melihat reaksi yang merugikan kulit.

Baca juga:

Sebelum Eksfoliasi, Perhatikan 5 Hal Ini untuk Cegah Iritasi

4. Jangan terlalu sering eksfoliasi

Lebih banyak tidak lebih baik dalam hal pengelupasan kulit Anda. Rouleau mengatakan toner pengelupas, misalnya, hanya boleh digunakan empat sampai lima hari seminggu. “Penting untuk dipahami bahwa semua jenis kulit membutuhkan sel pelindung di permukaan agar tetap berfungsi dengan cara yang sehat,” katanya.

"Mengelupas lapisan sel kulit yang tak terlihat secara terus-menerus bisa merusak kekuatan kulit."

Jika Anda melakukan eksfoliasi berlebihan dan merusak pelindung kulit Anda, Rouleau mengatakan untuk istirahat dari semua jenis produk exfoliant selama dua minggu. Setelah kulit terasa pulih, Anda dapat mulai memasukkannya kembali ke dalam rutinitas Anda secara perlahan.

Menurut Rabach, Anda seharusnya hanya menggunakan produk eksfoliasi seperti masker wajah setiap satu atau dua minggu tergantung kondisi kulit Anda.

BUSTLE

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."