Skinimalism, Tren Kecantikan Sederhana Anti-Ribet

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Kinanti Munggareni

google-image
Dalam skinimalism, kita hanya perlu menggunakan cleanser, moisturizer, sunscreen, dan serum. (Pexels/RODNAE Productions)

Dalam skinimalism, kita hanya perlu menggunakan cleanser, moisturizer, sunscreen, dan serum. (Pexels/RODNAE Productions)

IKLAN

CANTIKA.COM, JakartaSkinimalism adalah tren kecantikan baru. Pinterest, lewat situsnya, menjelaskan skinimalism berkaitan dengan kecenderungan orang untuk memilih riasan natural dan rutinitas perawatan yang lebih sederhana dan berkelanjutan.

Baca juga: 5 Cara Memilih Produk Skincare Agar Tetap Cantik Tanpa Merusak Lingkungan

Jika pada masa sebelumnya kita terbiasa dengan skincare routine yang rumit, skinimalism membawa kembali ide bahwa perawatan wajah cukup dilakukan dengan sedikit produk.

Faktanya, menggunakan terlalu banyak riasan atau melapisi terlalu banyak produk perawatan kulit dapat memperburuk masalah kulit yang ada atau menciptakan masalah baru, kata Melissa Kanchanapoomi Levin, M.D., dokter kulit bersertifikat dan pendiri Entière Dermatology, kepada Shape.

Levin melanjutkan, "sangat banyak (pasien) telah menghabiskan tak sedikit uang untuk produk (kecantikan), mereka mencoba berbagai macam tren skincare berbeda, dan frustrasi serta merasa putus asa dengan hasilnya."

Mengganti produk perawatan wajah dengan cepat atau mencoba produk baru dalam waktu bersamaan hanya akan membuat kulit Anda kaget. Iritasi pun tak dapat dihindari.

Shereene Idriss, MD, seorang dokter kulit kosmetik bersertifikat yang berbasis di NYC menjelaskan, kepada Insider, soal risiko yang mungkin Anda hadapi jika tidak mengikuti saran ini.

"Risiko terbesar adalah timbulnya iritasi, yang dapat berkembang menjadi sisa eritema pasca-inflamasi dan hiperpigmentasi," katanya. "Hasil ini bisa memakan waktu berbulan-bulan untuk diselesaikan, meninggalkan Anda masalah yang lebih besar daripada yang Anda alami sejak awal."

Idriss menyarankan agar Anda memberikan perhatian pada masalah kulit yang dialami, ketimbang mengikuti tren. Misalnya, jika kulit Anda kering gunakanlah pelembab yang mengandung oatmeal koloid; untuk hiperpigmentasi gunakan serum acid glikolat; jika Anda ingin mengatasi kerutan pilihlah retinol; sementara jika jerawat adalah masalah terbesar Anda cobalah pembersih atau penghilang noda yang mengandung benzoyl peroxide atau asam salisilat.

Baca juga: Serum Wajah, Produk Skincare yang Penting Buat Kesehatan Kulit

"Berfokus pada satu masalah pada satu waktu dan mencoba untuk mengatasi masalah itu secara tunggal, daripada mencoba untuk fokus pada semua masalah Anda secara bersamaan, akan membuat perbedaan terbesar saat mendekati rutinitas perawatan kulit Anda," kata dokter Idriss.

Untuk memulai skinimalism Anda tak perlu membuang semua produk perawatan wajah yang telah dimiliki. Dokter Shah menyebut, "fokuslah pada produk yang memberikan manfaat untuk kulit dan tidak perlu menyembunyikan semua ketidaksempurnaan kulit."

Ada tiga hal mendasar yang perlu difokuskan dalam skinimalism, yakni cleanser (pembersih wajah), moisturizer (pelembab), dan sunscreen (tabir surya). Satu produk yang bisa Anda tambahkan adalah serum antioksidan yang dapat membantu melawan radikal bebas.

Meskipun demikian, Anda tetap bisa menggunakan produk apapun yang dibutuhkan kulit atau yang Anda rasa bermanfaat untuk kulit saat menerapkan skinimalism. Yang terpenting pertimbangkanlah untuk selalu fokus pada kebutuhan kulit Anda. Jangan menambahkan sesuatu atas dasar coba-coba yang kemungkinan punya dampak buruk bagi kulit wajah.

Baca juga: Saat Pakai Skincare Baru Jangan Langsung di Wajah, Ini Penjelasan Dokter Kulit

SHAPE | INSIDER

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."