Aprilia Manganang Alami Hipospadia, Kenali Sebab dan Cara Mengatasinya

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Aprilia Manganang bersiap melakukan servis dalam sebuah pertandingan voli. Kiprah Aprilia cemerlang hingga masuk dalam skuad Timnas voli putri Indonesia di ajang Asian Games 2018.  Instagram fansclub Aprilia Manganang

Aprilia Manganang bersiap melakukan servis dalam sebuah pertandingan voli. Kiprah Aprilia cemerlang hingga masuk dalam skuad Timnas voli putri Indonesia di ajang Asian Games 2018. Instagram fansclub Aprilia Manganang

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Sersan Dua Aprilia Manganang yang juga mantan atlet timnas bola voli putri dipastikan mengalami pergantian status dari perempuan ke laki-laki, setelah KSAD TNI AD Jendral Andika Perkasa menyatakan bahwa Aprilia mengalami kelainan medis hipospadia.

"Serda Aprilia ini punya kelainan pada sistem reproduksinya sejak lahir. Kelainan ini kita ketahui dengan istilah hipospadia," kata dia, saat jumpa pers di Markas Besar TNI AD, Jakarta, Selasa, 9 Maret 2021.

Lantas, apa itu hipospadia? Dikutip dari laman resmi pusat pengendalian dan pencegahan penyakit di Amerika Serikat atau CDC, hipospadia adalah cacat lahir pada anak laki-laki di mana pembukaan uretra (saluran yang membawa urin dari kandung kemih ke luar tubuh) tidak terletak di ujung penis.

Pada anak laki-laki dengan hipospadia, uretra terbentuk secara tidak normal selama pekan ke 8-14 kehamilan. Kondisi hipospadia pada setiap penderita bisa berbeda-beda. Pada beberapa kasus, lubang kencing ada yang terletak di bawah kepala penis, di batang penis, dan bahkan ada yang di skrotum atau buah zakar.

Anak laki-laki dengan hipospadia terkadang memiliki penis yang melengkung. Akibat letak lubang kencing yang tidak normal, anak dengan hipospadia akan memiliki masalah dengan percikan urin yang tidak normal, dan mungkin harus duduk untuk buang air kecil.

Pada beberapa anak laki-laki dengan hipospadia, testis belum sepenuhnya turun ke dalam skrotum. Jika hipospadia tidak ditangani dapat menyebabkan masalah di kemudian hari, seperti kesulitan melakukan hubungan seksual atau kesulitan buang air kecil saat berdiri.

Di Amerika Serikat, para peneliti memperkirakan ada 1 dari 200 bayi lahir dengan hipospadia -- menjadikannya salah satu cacat lahir yang paling umum.

Aprilia Manganang merupakan mantan atlet voli putri Indonesia yang namanya menjadi sorotan publik saat tampil di Asian Games 2018. Kerap bergaya tomboy bahkan membuat Aprilia kala itu sempat diduga merupakan pria. Youtube; Instagram/@manganang92

Penyebab dan faktor risiko

Penyebab hipospadia pada kebanyakan bayi tidak diketahui. Dalam kebanyakan kasus, hipospadia dianggap disebabkan oleh kombinasi gen dan faktor lain, seperti lingkungan ibu, atau makanan atau minuman ibu, atau obat-obatan tertentu yang dikonsumsi selama kehamilan.

Dalam beberapa tahun terakhir, peneliti CDC telah melaporkan temuan penting tentang beberapa faktor yang mempengaruhi risiko memiliki bayi laki-laki dengan hipospadia, di antaranya ibu yang berusia 35 tahun atau lebih dan dianggap obesitas memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan hipospadia.

Selain itu, perempuan yang menggunakan teknologi reproduksi untuk membantu kehamilan memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan hipospadia.

Wanita yang mengonsumsi hormon tertentu sebelum atau selama kehamilan juga terbukti memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan hipospadia.

Hipospadia biasanya didiagnosis selama pemeriksaan fisik setelah bayi lahir.

Perawatan untuk hipospadia tergantung pada jenis cacat yang dimiliki anak laki-laki tersebut. Sebagian besar kasus hipospadia memerlukan pembedahan.

Jika diperlukan pembedahan, biasanya dilakukan saat anak laki-laki berusia antara 3-18 bulan. Dalam beberapa kasus, pembedahan dilakukan secara bertahap.

Tindakan yang dilakukan dalam operasi bisa saja termasuk menempatkan uretra di tempat yang tepat, memperbaiki lekukan di penis, dan memperbaiki kulit di sekitar pembukaan uretra. Karena dokter mungkin perlu menggunakan kulup untuk melakukan tindakan koreksi, bayi laki-laki dengan hipospadia sebaiknya tidak disunat.

Penampilan Aprilia Manganang yang kini bergabung dengan TNI AD seusai pensiun dari dunia voli. Tim voli Filipina mempertanyakan jenis kelamin Aprilia saat bertemu di SEA Games 2015 di Singapura. Instagram/Aprilia Manganang

Kembali ke Aprilia Manganang, sebelum bergabung ke angkatan darat, ia dikenal dengan sejumlah prestasi sebagai atlet timnas bola voli putri Indonesia.

Selama bermain di Proliga, Aprilia Manganang sudah empat kali memenangkan kompetisi, di antaranya tiga kali bersama Jakarta Elektrik PLN (2015, 2016, 2017), dan satu kali dengan PGN Popsivo Polwan pada 2019. Selain itu, ia juga tiga kali dinobatkan sebagai pemain terbaik (MVP) di Proliga.

Ia mengumumkan pensiun dari karier profesionalnya sebagai atlet bola voli Indonesia pada September 2020. “Saya mengumumkan kepada pecinta bola voli Indonesia. Saya Aprilia Manganang resmi mengundurkan diri dari dunia voli,” kata Aprilia di unggahan Instagram, 10 September 2020.

Sebelum memutuskan pensiun, Aprilia Manganang telah menepi cukup lama dari lapangan. Ia harus istirahat total selama enam bulan karena cedera lutut kiri yang dideritanya. Akibatnya, ia tidak bisa turun membela Indonesia di SEA Games 2019 Filipina.

Baca juga:

Aprilia Manganang Bertubuh Kekar: Tuhan Beri Jalan Hidup Keras

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."