Pasangan Belum Siap Punya Anak, Begini 5 Cara Menghadapinya

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi wanita memberikan dukungan untuk pasangannya. Freepik.com/Wayhomestudio

Ilustrasi wanita memberikan dukungan untuk pasangannya. Freepik.com/Wayhomestudio

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Sejumlah pasangan berharap dan berupaya langsung memiliki keturunan setelah menikah. Di sisi lain, ada beberapa pasangan yang memilih menikmati masa-masa berdua sebagai suami istri, baru berencana mempunyai anak di tahun kedua atau ketiga. Selain itu, ada pula pasangan belum siap punya anak dalam waktu dekat. 

Beragam motifnya. Beerapa di antara mereka belum yakin bisa menjalani peran sebagai orang tua di antara beragam tanggung jawab yang sudah ada. Ada pula yang terpengaruh kehidupan di masa lalu sehingga belum ingin mempunyai momongan.

Jika Anda sedang menghadapi situasi itu, terus bangun komunikasi dan kepercayaan dengan pasangan seperti lima tips berikut, melansir laman Times of India, Kamis, 25 Februari 2021.

1. Komunikasi transparan

Sebelum salah satu dari Anda memaksakan keinginan, dengarkan apa yang dikatakan pasangan. Bicaralah dengan jujur tentang mengapa Anda menginginkan bayi dan minta pasangan untuk terbuka menjelaskan mengapa belum mau punya bayi. Analisis ekspektasi satu sama lain sebelum membuat kesimpulan apa pun.

2. Abaikan tekanan dari orang lain

Setelah Anda berdua menikah, masyarakat akan mulai menekan Anda untuk memiliki anak sesegera mungkin. Ingatlah, Anda berdua tidak boleh menyerah pada tekanan eksternal karena hanya Anda berdua yang tahu apa yang baik untuk pernikahan dan masa depan Anda.

Jadi, Anda tidak harus mendasarkan keputusan Anda sesuai dengan apa yang dikatakan orang lain kepada Anda. Komunikasi dan diskusi jadi kunci Anda berdua.

3. Cari nasihat profesional

Jika pasangan Anda pernah menghadapi trauma apa pun dalam hidupnya sebelumnya, itu juga bisa menjadi alasan belum ingin punya anak. Bantuan profesional dari seorang konselor akan membantu pasangan Anda untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah, dengan cara terbaik.

4. Bangun fondasi yang kuat

Stres keuangan dan pekerjaan bisa jadi alasan mengapa pasangan Anda merasa terbebani untuk menjadi orang tua. Strategi keluarga berencana sangat membantu dalam menentukan keadaan memiliki anak di masa depan. Pasangan Anda pasti akan menyetujui rencana yang mungkin jika itu kredibel.

5. Jangan pernah mengambil keputusan sendiri

Ingat, keputusan untuk memiliki anak harus disetujui oleh suami dan istri. Jangan beralih ke keputusan sepihak seperti menggunakan kontrasepsi atau mengunjungi klinik ginekolog tanpa sepengetahuan pasangan Anda. Itu akan melanggar kepercayaan di antara pasangan. Jadi, lebih baik mengambil satu keputusan daripada menggunakan metode yang tidak etis.

Baca juga:

Selain Bercinta, Simak 4 Jenis Keintiman yang Bisa Kamu Lakukan Bersama Pasangan

TIMES OF INDIA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."