3 Risiko yang Mengintai saat Olahraga Malam, Termasuk Gangguan Tidur

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi wanita lari di atas treadmill. Freepik.com

Ilustrasi wanita lari di atas treadmill. Freepik.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Beberapa di antara kita memilih olahraga di malam hari karena rutinitas panjang sejak awal pagi. Tapi ternyata ada sejumlah risiko kesehatan yang mengintai termasuk gangguan tidur. Mengapa? Simak penjelasan berikut

Berikut tiga risiko olahraga di malam hari

1. Menyebabkan gangguan tidur

Olahraga dapat meningkatkan suhu tubuh, metabolisme, detak jantung, dan aliran darah. Sementara agar bisa tertidur, seseorang harus dalam kondisi rileks. Oleh karena itu, berolahraga malam cenderung membuat pelakunya sulit tidur atau menyebabkan waktu tidur menjadi tertunda, jika dilakukan dekat dengan jam tidur.

2. Potensi bahaya lebih tinggi

Masalah keselamatan saat berolahraga makam juga lebih tinggi, khususnya jika dilakukan di luar ruangan seperti jogging atau bersepeda. Potensi kecelakaan, tersesat, hingga sasaran tindak kejahatan lebih tinggi. Jika Anda mengalami cedera, seperti kram, dehidrasi, atau jatuh, akan lebih sulit mencari bantuan pada malam hari.

3. Meningkatkan risiko gangguan kesehatan

Gangguan tidur karena berolahraga malam yang berlangsung lama akan mendatangkan masalah kesehatan yang lebih besar lagi. Apalagi, setelah olahraga biasanya tidak melakukan aktivitas apa pun sehingga dapat membuat proses pembakaran kalori tidak seefektif saat olahraga di pagi atau sore hari.

Tubuh yang telah lelah beraktivitas seharian tidak disarankan untuk dipaksakan berolahraga. Dikutip dari Worldofbuzz, Doktor Zubaidi Ahmad dari Pertubuhan Doktor-Doktor Islam Malaysia (PERDIM) mengungkapan bahwa berolahraga pada malam hari membutuhkan banyak energi. Hal ini berpotensi menyebabkan tekanan darah naik seketika dan menyebabkan gangguan kesehatan jantung lainnya.


SEHATQ

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."