5 Manfaat Membersihkan Rumah untuk Kesehatan Mental Menurut Penelitian

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi membersihkan rumah. Shutterstock.com

Ilustrasi membersihkan rumah. Shutterstock.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Kegiatan membersihkan rumah tak hanya bermanfaat untuk kondisi fisik, kesehatan mental pun ikut terjaga. Berdasarkan penelitian terbaru, membersihkan rumah baik untuk menurunkan kecemasan dan stres.

Laporan itu juga mengatakan bahwa rumah yang berantakan meningkatkan tingkat hormon stres kortisol dalam tubuh kita. Hal itu juga memiliki dampak negatif pada kesehatan mental sehingga memicu ketegangan dan ketidakpastian. Melansir laman Pink Villa ada beberapa manfaat membersihkan rumah untuk kesehatan mental 

Lima manfaat membersihkan rumah

1. Membantu melepaskan endorfin

Membersihkan rumah sebenarnya juga merupakan bentuk aktivitas fisik yang baik. Jadi, ini membantu membakar kalori ekstra di tubuh Anda. Terlepas dari hal itu,  membersihkan rumah memberikan rasa kepuasan dalam pikiran karena dapat mengatur tempat tinggal Anda.

2. Meningkatkan konsentrasi

Ketika semuanya berantakan di sekitar Anda, maka itu mengalihkan perhatian Anda juga. Jadi, ketika Anda membersihkan rumah, mengatur semuanya, membereskan semua kekacauan itu, maka itu meningkatkan tingkat konsentrasi Anda juga.

3. Aroma yang menenangkan

Aroma rumah Anda memiliki dampak yang mendalam pada kesehatan mental Anda. Jika ada aroma yang menyenangkan di ruangan Anda, maka itu akan membuat Anda merasa berenergi, segar, dan santai.

4. Tidur nyenyak

Rumah yang bersih dan rapi membantu Anda tidur nyenyak. Ruang bebas kekacauan meningkatkan energi positif di kamar yang membantu meningkatkan kualitas tidur. 

5. Bahagia

Membersihkan rumah juga bisa membuat Anda merasa prestasi. Sebab Anda merasa bahagia dan bersemangat setelah merapikan semuanya.

NIA PRATIWI

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."