Jaga Kebersihan 3 Benda di Kamar Tidur untuk Cegah Virus Corona

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi tempat tidur berantakan. Shutterstock

Ilustrasi tempat tidur berantakan. Shutterstock

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Kebersihan benda-benda di rumah ditingkatkan sejak pandemi Covid-19. Sebab virus corona terbukti bisa menempel selama beberapa jam hingga hari pada permukaan suatu benda.

Bila selama ini Anda sangat memperhatikan kebersihan benda-benda yang paling banyak dipegang seperti gagang pintu, keran, wastafel, remote control hingga permukaan meja, jangan lewatkan pula higienitas benda di kamar tidur seperti seprai, sarung bantal, dan bed rails

Menurut penelitian American Society for Microbiology, yang dimuat di jurnal mereka pada 24 Juni 2020, tiga benda di kamar tidur itu paling terkontaminasi di kamar pasien Covid-19 tanpa gejala di Cina. Hal yang mengejutkan, rupanya kamar-kamar itu dibersihkan dan didisinfeksi dua kali sehari.

Temuan ini berawal ketika dua mahasiswa Cina pulang ke negaranya setelah belajar di luar negeri. Mereka pun dikarantina di kamar hotel selama 14 hari, meski tidak menunjukkan gejala apa pun. Setelah menjalani tes, mereka dinyatakan positif SARS-CoV-2 lalu dibawa ke tempat isolasi.

Petugas pun mengambil sampel dari beberapa area kamar mereka di hotel, termasuk bedrails, gagang pintu kamar dan toilet, sakelar lampu, tombol flush kaki, wastafel, bak cuci piring dan wastafel, meja samping tempat tidur, seprai, bantal, lantai, saluran udara, dan udara.

Para peneliti menemukan bahwa 44 dari 112 sampel permukaan positif SARS-Cov-2, termasuk tiga benda ini. Semua sampel udara negatif.

Temuan ini menunjukkan pentingnya mengganti dan membersihkan dengan tepat seprai dan sarung bantal lebih sering selama masa pandemi, terutama jika seseorang yang tidak tinggal di rumah Anda datang untuk menginap. Tak ada salahnya untuk ekstrahati-hati, bukan?

MILA NOVITA | TIMES OF INDIA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."