Perhatikan Durasi Tidur Tepat Bagi yang Sedang Diet

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rini Kustiani

google-image
Ilustrasi wanita tidur. Unsplash.com/Bruce Mars

Ilustrasi wanita tidur. Unsplash.com/Bruce Mars

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Orang yang menjalani program diet tak hanya harus memperhatikan asupan nutrisi dan olahraga, namun juga waktu tidur. Dokter Santi dari Medical Centre Kompas Gramedia menjelaskan lama sebentarnya tidur akan mempengaruhi metabolisme tubuh.

"Misalkan tidur dari jam 10 malam sampai jam 10 pagi, itu bisa memperlambat metabolisme tubuh. Akibatnya, lemak sulit dibakar dan berat badan naik," kata dokter Santi dalam webinar Health Corner bersama Radio Sonora Jakarta pada Kamis, 11 Juni 2020.

Sebaliknya, saat kurang tidur, seseorang umumnya akan menghabiskan waktu dengan ngemil. Kurang tidur mambuat produksi hormon leptin yang berfungsi menekan nafsu makan, berkurang."Biasanya respons tubuh untuk ngemil itu cenderung yang tidak sehat, seperti manis, berlemak, berkalori tinggi. Itu juga memicu kenaikan berat badan," ucapnya.

Ilustrasi diet. on.net.mk

Bagi Anda yang sedang diet, dokter Santi menyarankan agar mengatur durasi tidur. Tidur yang tepat adalah delapan jam sehari. Supaya tidur malam benar-benar tertib selama delapan jam, disarankan untuk tidak tidur siang terlalu lama dan menghindari konsumsi makanan atau minuman yang mengakibatkan susah tidur atau insomnia.

Kalaupun hendak tidur siang, dokter Santi mengatakan, cukup selama 30 menit sampai 1 jam. Sebab, tidur siang hanya untuk menambah energi, bukan mengistirahatkan seluruh tubuh secara optimal seperti tidur di malam hari.

Sebelum tidur malam, hindari makan makanan yang tinggi karbohidrat karena sulit dicerna tubuh. Begitu juga minuman yang mengandung kafein akan membuat orang terjaga dan sulit tidur. Satu lagi yang tak kalah penting adalah mematikan gadget 1 jam sebelum tidur untuk meningkatkan kadar hormon melatonin yang membuatmu lekas terlelap.

SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."