Cara Puput Nastiti Devi Menstimulasi Motorik dan Sensorik Yosafat

(Paling kiri) Puput Nastiti Devi bersama suami, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dan putranya, Yosafat Abimanyu Purnama. Instagram.com/@puputnastitidevi

keluarga

Cara Puput Nastiti Devi Menstimulasi Motorik dan Sensorik Yosafat

Minggu, 17 Mei 2020 17:00 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Rini Kustiani

CANTIKA.COM, Jakarta - Puput Nastiti Devi kerap menunjukkan video putranya Yosafat Abimanyu Purnama yang menggemaskan. Dalam beberapa video tersebut, tampak putra Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang hampir barusia 5 bulan itu menunjukkan ekspresi lucu.

Puput mengajak Yosafat berbicara, bertanya, bernyanyi, sampai belajar berenang bersama ayahnya. Itu adalah serangkaian metode untuk menstimulasi motorik dan sensorik anak. Dari situ, orang tua bisa tahu seperti apa reaksi dari anak dan tentunya membuat hati bahagia.

Pada Rabu, 13 Mei 2020 misalnya, Puput Nastiti Devi bertanya kepada Yosafat dengan nada lucu, "mau ke mana si?" Tampak Yosafat seperti habis mandi dan hendak dipakaikan baju. Yosafat menyimak pertanyaan ibundanya dan memberikan respons bibir terbuka hingga pada akhirnya mengarahkan kepalan tangan ke mulut.

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, benerang bersama dengan putranya Yosafat Abimanyu Purnama yang diabadikan oleh istrinya Puput Nastiti Devi yang dibagikan di akun media sosialnya. Instagram/@brpnd

Saat berusia 3 bulan, Yosafat juga sudah memberikan respons berupa celoteh yang lucu. Hingga pada satu saat dia seperti menyebut kata 'ayah'. "Puji Tuhan. Yosafat sudah bisa panggil 'Ayah' di usianya yang baru tiga bulan," tulis Puput pada 15 April 2020.

Di hari yang sama, Puput Nastiti Devi juga mengajak putranya menyapa netizen dengan mengatakan, "hallo". Dan lucunya, Yosafat yang mengenakan baju kuning bergaris berusaha meniru ucapan 'hallo' ala bayi yang menggemaskan.

Mengutip laman Sehatq, berikut beberapa kondisi tumbuh kembang bayi pada usia 3 sampai 6 bulan:

  1. Ketangkasan tangan

    Tangan dan kaki bayi lebih tangkas bergerak. Tangannya mampu menggenggam dan menggoyang-goyangkan mainan, kakinya juga mulai menendang dengan aktif. Tangan bayi mampu meraih setiap benda yang dapat dijangkaunya dan kemungkinan akan dimasukkan ke dalam mulut. Sebab itu, perhatikan bayi agar tidak tersedak.

  2. Kekuatan kepala dan tubuh

    Bayi mampu menopang kepala dengan baik, bahkan bisa tengkurap atau berguling. Bayi mampu menahan kepala dan dada tetap terangkat dengan menopang menggunakan lengannya. Ketika diposisikan berdiri, bayi mampu menopang berat badannya dengan kaki yang menapak, meski belum dapat berdiri dengan stabil.

  3. Penglihatan tajam

    Kemampuan penglihatan bayi kian meningkat. Yosafat misalnya, dalam beberapa video dia tampak melihat ke arah kamera ponsel yang sedang merekam gerak-geriknya. Kondisi ini menunjukkan penglihatannya sudah mampu lebih fokus.

    Bayi berusia 4 bulan juga mampu melihat warna kontras, dan umumnya memilih warna-warna cerah yang menarik perhatian. Jarak pandang bayi berusia 4 bulan sekitar 20 sampai 25 sentimeter. Meski begitu, bayi mampu melihat sesuatu yang ada di seberang ruangan. Mata bayi dapat bergerak mengikuti benda-benda atau orang-orang yang lalu-lalang di sekitar ruangan.

  4. Ekspresi diri

    Bayi mulai mampu menunjukkan dan mengendalikan ekspresinya, misalkan tertawa atau menangis. Contoh, ketika bayi menangis, orang akan mendatanginya, saat bayi bayi menjatuhkan sesuatu ke lantai, akan ada yang mengambilkannya. Jika merasa senang dan ingin mengajak bermain, bayi akan menjatuhkan kembali mainan itu untuk melihat respons orang yang mengambilnya.

  5. Celoteh

    Bayi mampu mengekspresikan diri dengan celotehan-celotehan yang lebih banyak, seperti menyebut “ba”, “ma”, “pa”, menjerit atau tertawa. Pada masa ini, bayi juga belajar membaca emosi dari suara dan ekspresi wajah orang di harapannya.

SEHATQ