5 Penyebab Puting Payudara Gatal, Jamur dan Kehamilan

Ilustrasi memeriksa payudara. Shutterstock.com

kesehatan

5 Penyebab Puting Payudara Gatal, Jamur dan Kehamilan

Sabtu, 8 Februari 2020 13:15 WIB
Reporter : Sehatq.com Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Setiap perempuan pernah merasakan puting payudara gatal. Bisa jadi saat memakai bra atau pakaian yang kurang bersih. Atau Anda terlalu memakai bra terlalu ketat. Selain itu, ada faktor kehamilan hingga penyakit kulit. Perlu diingat, puting merupakan bagian payudara yang sangat sensitif, jangan pula asal menggaruknya karena bisa memicu iritasi.

Berikut lima penyebab puting payudara gatal

1. Kehamilan

Ibu hamil atau bumil tentu familiar dengan puting gatal karena sensitivitas area payudaranya bertambah berkali-kali lipat. Belum lagi perubahan hormon yang cukup drastis. Seakan belum cukup, aliran darah yang meningkat juga membuat ibu hamil rentan merasakan puting payudara gatal. 

Bagaimana mengatasinya? Ada beberapa pilihan untuk mengatasi rasa tidak nyaman, misalnya dengan mengoleskan losion yang tidak mengandung bahan kimia seperti vitamin E, cocoa butter, atau lanolin sehingga area puting tetap lembap.

Saat mencuci bra bisa menggunakan deterjen yang lebih lembut untuk menghindari puting gatal akibat paparan zat kimia yang keras. Selain itu, ukuran payudara ibu hamil bisa berubah dari waktu ke waktu. Pertimbangkan mengganti bra dengan yang lebih nyaman serta tidak terlalu ketat.

2. Jamur 

Sewaktu-waktu, perempuan juga bisa mengalami rasa gatal pada puting payudara akibat jamur, umumnya candida albicans. Kondisi ini bisa terjadi saat menyusui, mengonsumsi antibiotik, atau pada orang yang mengalami gatal ekstrem pada vagina.

Tak hanya puting payudara gatal, orang yang mengalaminya akan merasa nyeri seperti ditusuk, sensasi seperti kulit terbakar, puting kemerahan, muncul ruam berwarna putih, atau puting terlihat retak dan lama sembuh.

Untuk mengatasinya gunakan krim antijamur atau minum obat sesuai resep, jaga puting payudara tetap kering, mmengganti breast pad secara berkala apabila sedang menyusui, gunakan air panas untuk mencuci bra dan selalu mensterilkan alat pompa ASI. 

3. Dermatitis

Masalah kulit juga bisa menjadi penyebab puting payudara gatal, seperti eksim, iritasi, atau alergi. Beberapa jenis eksim bisa terjadi karena iritasi dan gesekan saat berlari, pakaian tertentu yang digunakan, hingga pemilihan sabun dan deterjen.

Gejala puting payudara gatal akibat dermatitis adalah sensasi terbakar, nyeri, muncul benjolan yang mengeluarkan cairan, hingga kulit yang retak-retak.

Cara mengatasinya adalah dengan menghindari produk yang membuat gejala dermatitis memburuk, jangan menggaruk puting payudara untuk menghindari infeksi, jaga kelembapan area puting payudara, dan minum obat sesuai dengan resep dari dokter.

4. Jogger’s nipple

Sesuai dengan namanya, jogger’s nipple adalah kondisi puting payudara mengalami iritasi karena ada gesekan konstan dengan pakaian yang digunakan. Orang bisa mengalami hal ini saat melakukan aktivitas seperti berlari, surfing, hingga angkat beban. Gejalanya adalah muncul iritasi dan kemerahan hingga puting terlihat retak tanpa atau dengan darah. 

Hentikan sementara aktivitas yang menyebabkan kondisi ini. Lalu, aplikasikan krim antiseptik, menutup puting dengan plester tahan air sebelum beraktivitas fisik, dan mengaplikasikan salep sebelum beraktivitas fisik

5. Paget’s disease

Puting payudara gatal juga bisa menjadi tanda-tanda seseorang mengalami paget's disease. Ini adalah jenis kanker yang terjadi di lapisan terluar kulit (epidermis). Meskipun penyakit ini lebih rentan menyerang perempuan, laki-laki juga bisa mengalaminya.

Selain puting gatal biasa, gejala lain yang juga muncul adalah keluarnya nanah atau cairan dari puting payudara.  Bergantung pada seberapa parah kondisinya, cara mengatasi Paget’s disease bisa dengan operasi atau pengobatan lain sesuai dengan diagnosis dokter.

Meskipun puting payudara gatal adalah hal yang normal, jangan tunda memeriksakan diri ke dokter apabila ada gejala yang tidak biasa. Apabila dokter mendeteksi terjadinya hal yang lebih serius, langkah penanganan bisa segera diambil.

SEHATQ