Minum Bubble Tea Berlebihan Berisiko Diabetes dan Obesitas

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi bubble milk tea. (Pixabay.com)

Ilustrasi bubble milk tea. (Pixabay.com)

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Bubble tea adalah minuman yang terdiri teh, susu, dan bubble atau bola-bola yang terbuat dari tepung tapioka. Minuman asal Taiwan ini sedang digandrungi oleh kaum milenial beberapa tahun belakangan. Namun tetap harus memperhatikan kewajaran dalam mengonsumsinya, jika berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan. Sebab bahan-bahan yang terkandung dalam segelas bubble tea tidak menyehatkan untuk tubuh Anda. Bukan hanya gula, bahan dasar bubble yaitu tapioka juga tidak memiliki kandungan gizi yang memadai.

Dalam setiap 28 gram bubble yang terbuat dari tapioka, terdapat 63 kalori dengan jumlah karbohidrat sebanyak 15 gram. Selain itu, bubble tersebut juga mengandung bahan-bahan kimia lainnya dan pewarna buatan.

Kandungan teh yang baik bagi kesehatan seperti fenol dan polifenol, dipercaya dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung serta kondisi obesitas. Sayangnya, dengan banyaknya gula yang terdapat di dalam segelas bubble tea, manfaat tersebut menjadi tidak sebanding dengan akibat yang dapat ditimbulkannya.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menyebutkan, dalam segelas bubble tea berukuran 473 ml terkandung sekitar 300 kalori dengan 38 gram gula.

Jumlah itu belum termasuk jika Anda menambahkan topping lainnya seperti jeli atau egg pudding, yang dapat membuat nilai kalori naik menjadi 323 kalori, dengan kandungan gula sebanyak 57 gram.

Bahaya Minum Bubble Tea Berlebihan

Kandungan gula dan kalori yang tinggi dalam segelas bubble tea, apabila dikonsumsi berlebihan dapat menjadi salah satu pemicu obesitas. Tubuh memerlukan kalori setiap harinya.

Meski demikian, asupannya direkomendasikan tidak lebih dari 5 hingga 15 persen kalori yang masuk ke tubuh berasal dari tambahan gula maupun lemak padat.

Jika dihitung, kandungan gula serta kalori dari segelas bubble tea telah memenuhi rekomendasi asupan gula harian pada pria (38 gram), tapi melebihi rekomendasi asupan gula harian pada wanita (25 gram).

Dengan asupan gula yang berlebihan, risikonya berat badan melonjak naik, diabetes 2, penyakit metabolik, dan penyakit yang berhubungan dengan obesitas.

Konsumsi bubble tea memang tidak ada salahnya selama tidak dilakukan berlebihan. Namun sebaiknya, Anda membatasi atau mengurangi kadar gulanya.

SEHATQ

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."