Sebelum Megxit, Meghan Markle Sempat Dilanda Kecemasan

Setelah mundur, Meghan Markle dan Pangeran Harry bersama keluarganya akan membagi waktu mereka antara Inggris dan Amerika Utara, sambil terus menghormati tugas mereka kepada Ratu, Persemakmuran, dan patreon mereka. Mereka juga akan mengelola badan amal yang bernama Sussex Royal. Daniel Leal-Olivas/Pool via REUTERS

ragam

Sebelum Megxit, Meghan Markle Sempat Dilanda Kecemasan

Senin, 20 Januari 2020 16:35 WIB
Reporter : Tempo.co Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Alasan Meghan Markle dan Pangeran Harry mundur sebagai anggota senior Kerajaan Inggris, pada 8 Januari 2020, dikaitkan dengan isu kesehatan mental yang dihadapi keluarga itu.

Seorang teman Meghan dan Pangeran Harry mengatakan kepada Daily Mail bahwa Meghan hidup tidak nyaman di Inggris. Dia tidak dapat tidur nyenyak dan mulai mengalami serangan kecemasan tentang masa depannya selama beberapa bulan, sebelum keduanya membuat pengumuman yang mengejutkan itu. Pengumuman mundur Meghan Markle juga populer dengan sebutan Megxit.

Oktober lalu, Meghan Markle menjadi berita utama karena menangis saat menonton film dokumenter yang mengangkat tentang perjalanannya ke Afrika bersama Pangeran Harry dan putra mereka, Archie Mountbatten-Windsor.

Selama wawancara dengan Tom Bradby dari ITV, dia mengatakan tidak dapat menahan bibirnya bergetar dan mengakui bahwa pers Inggris mempengaruhi dirinya secara emosional.

Menurut sebuah laporan, air mata itu hanyalah permulaan. Teman dekat mereka itu juga mengatakan bahwa perasaan negatif Meghan adalah faktor pendorong untuk pengumuman baru-baru ini.

Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle, Duchess of Sussex, mengajak putra mereka Archie, saat mengunjungi Yayasan Warisan Desmond & Leah Tutu Legacy di Cape Town, Afrika Selatan, Rabu, 25 September 2019. Cicit Ratu Kerajaan Inggris, Elizabeth II ini lahir pada 6 Mei 2019. REUTERS/Toby Melville

"Dia tidak ingin membesarkan Archie di sana dan dia tidak ingin mondar-mandir. Dia akan melakukan kunjungan panjang, tetapi hanya itu,” kata teman itu, seperti dikutip Vanity Fair, Senin, 13 Januari 2020.

Dia juga mengatakan, ibu Meghan, Doria Ragland, yang seorang instruktur yoga di Amerika Serikat, merasa khawatir pada Meghan. “Dan dia merasa lega bahwa putrinya menempatkan kesehatan mental dan kesejahteraannya terlebih dahulu.”

Bryony Gordon, seorang jurnalis dan teman Pangeran Harry yang pernah mewawancarainya tentang pengalamannya sendiri dengan terapi di podcast-nya, membela keputusan mereka untuk mundur dalam tweet.

"Sebuah keluarga muda telah memilih untuk memprioritaskan kesehatan mentalnya, dan saya tidak bisa memikirkan cara yang lebih indah atau penting untuk melayani masyarakat," katanya.

“Pasangan ini melakukan begitu banyak pekerjaan luar biasa, terutama dalam mempromosikan kesehatan mental yang baik. Tampaknya aneh bahwa siapa pun dihina karena berjuang untuk kebahagiaan mereka sendiri.”

Meghan Markle dan Pangeran Harry pernah berbicara tentang kesehatan mental mereka dan dampak negatif liputan media Inggris terhadap mereka. Untuk membantu memastikan bahwa mereka tetap di Instagram, mereka hanya melihat berita positif.

Akun IMeghan Markle dan Harry, Sussex Royal, sekarang hanya mengikuti satu akun – Good News Movement. Halaman ini berfokus terutama pada acara-acara berita kehidupan nyata, yang mencakup kisah-kisah para dokter yang berpikir cepat menyelamatkan nyawa dan orang-orang yang mengumpulkan uang untuk kebaikan.

MILA NOVITA | VANITY FAIR | HELLO MAGAZINE