Kiat Bisnis Makanan bagi Pemula, Jangan Pilih Makanan yang Tren

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
ilustrasi makanan nusantara (pixabay.com)

ilustrasi makanan nusantara (pixabay.com)

IKLAN

CANTIKA.COM, JakartaBisnis makanan salah satu jenis usaha yang diminati kaum Hawa. Berkaca dari data 4, 4 juta Industri Kecil Menengah atau IKM hampir 50 persen pelaku IKM bergerak di bidang makanan dan minuman. Dari jumlah tersebut, 90 persen penggeraknya adalah perempuan.

Dengan tingginya minat perempuan berbisnis makanan dibutuhkan keistimewaan produk agar memikat para pelanggan. Salah satu contohnya saat calon pebisnis makanan menentukan jenis makanan yang sedang tren atau masakan jagoannya. Ternyata lebih baik memilih jenis makanan andalan Anda, janganikut-ikutan tren. Mengapa?

“Kalau untuk bisnis makanan, saya suggestion ibu-ibu pilih yang paling expert di mana. Makanan atau kue yang ibu-ibu jago bikinnya apa? Nah, itu yang difokuskan. Uniqness-nya yang diangkat,” kata Caroline Gondokusumo, President of Entrepreneurs’ Organization Indonesia East saat ditemui di Jakarta, Rabu 4 Desember 2019.

Caroline Gondokusumo President of Entrepreneurs' Organization Indonesia East saat ditemui di konferensi pers Entrepreneurs Organization Womenpreneur Award (EOWA) 2020 di Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu 4 Desember 2019. TEMPO/Silvy Riana Putri

Menurut Caroline, selain memilih jenis makanan yang diandalkan, ia juga menyarankan pentingnya riset dan penyesuaian saat dibutuhkan. “Tetap unik itu penting. Tapi perlu didukung riset dan adaptasi juga. Tentunya ada taste market. Kalau dari riset kecil-kecilan itu ada yang perlu twist, ibu-ibu legowo beradaptasi. Supaya jumlah market-nya lebih besar dan berkembang,” tutur Caroline.

Ia juga menguntai harapan, seiring pesatnya pebisnis makanan yang digerakkan para wanita semakin banyak makanan Indonesia ke pasr global.

“Jadi ke mana pun di mancanegara, harapan kami mudah menemukan restoran atau makanan Indoensia. Kalau sekarang ini kan saat traveling, restoran negara Asia lainnya lebih mudah ditemukan dibandingkan negara Indonesia. Hopefully dengan para wanita yang banyak terjun ke industri makanan semakin terbuka luas peluang ke global,” pungkas Caroline

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."