Tips Parenting, Kiat Orang Tua Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Yunia Pratiwi

google-image
Ilustrasi anak aktif. Shutterstock

Ilustrasi anak aktif. Shutterstock

IKLAN


#3. Biarkan anak mencoba
Tahan diri untuk langsung membantu saat anak mencoba menyelesaikan tugasnya. Laura Markham Ph.D., psikolog klinis dari Universitas Columbia, Amerika Serikat, mengungkapkan orang tua yang terlalu khawatir akan membatasi kemampuan anak. "Cukup dampingi anak, tersenyum, dan selalu siap membantu hanya ketika mereka membutuhkan," ucap penulis buku Peaceful Parent, Happy Kids: How to Stop Yelling and Start Connecting ini.

Laura Markham juga berpesan agar orang tua rutin menyemangati anak dengan kalimat yang positif. Misalnya kalimat "berlatih untuk mencapai kemajuan!" atau "jika gagal, coba, dan coba lagi". Kalimat ini akan menjadi pengingat anak saat menghadapi kegagalan. "Mereka akan membutuhkan suara dari dalam diri yang otomatis muncul dan menenangkan serta memotivasi mereka. Bila anak tidak punya pengingat ini, kritik yang pedas dari dalam diri akan muncul dan memicu kekecewaan," sambung Laura.

#4. Puji diri sendiri
Sebagai peniru yang ulung, anak akan mencontoh kebiasaan orang tuanya. Jika ingin anak percaya diri, orang tua juga harus punya rasa percaya diri. Orang tua bisa menunjukkan rasa percaya diri dengan membicarakan pencapaian mereka sendiri.

"Saya sudah bekerja sangat keras pada proyek ini dan saya bekerja dengan baik karena saya serius mengerjakannya," kata  Roseanne Lesack. Namun pastikan Anda tidak mengada-ada. Ingat, anak menyerap semua kebiasaan orang tuanya. 

AURA 

Halaman

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."