Dukungan Nivea untuk Kesehatan Mental Ibu dan Anak di Lombok

Anak-anak korban gempa Lombok belajar menggambar di Desa Tangga, Lombok Utara, NTB, Jumat, 23 November 2018. Bangunan sekolah yang ada di Desa Tangga hancur akibat gempa yang mengguncang Lombok bulan Juli lalu. TEMPO/Muhammad Hidayat

ragam

Dukungan Nivea untuk Kesehatan Mental Ibu dan Anak di Lombok

Rabu, 3 April 2019 13:51 WIB
Reporter : Astari Pinasthika Sarosa Editor : Yayuk Widiyarti

CANTIKA.COM, Jakarta - Gempa yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada akhir Juli sampai awal Agustus 2018, telah menelan banyak korban dan kerugian. Korban yang meninggal dunia mencapai 98 orang, sementara sekitar 236 orang yang terluka.

Sampai sekarang, masyarakat masih belum pulih sepenuhnya. Tidak hanya memiliki dampak pada materi, gempa bumi ini mempengaruhi kesehatan mental para korban yang selamat.

Nivea Sentuhan Ibu berkolaborasi dengan One Health Collaborating Center (OHCC) Universitas Udayana Bali meluncurkan program untuk mendukung kesehatan mental dan psikologis untuk para ibu dan anak yang menjadi korban gempa bumi di Lombok.

“Ibu menjadi sandaran keluarga, tempat setiap anggota keluarga menumpahkan keluhan, serta menjadi pemberi ketenangan dan kekuatan emosional bagi anak dan sang ayah. Agar dapat melanjutkan peran dengan maksimal, sangatlah penting bagi seorang ibu untuk dapat mengatasi trauma paska bencana dan membangun kembali kepercayaan dirinya untuk menghadapi masa depan,” tutur Diana Riaya, manajer pemasaran Nivea Skin Care, pada 2 April 2019 di Denpasar.

Baca juga:Strategi Bermusik Ariana Grande Pengaruhi Kesehatan Mentalnya Pelukan Mampu Usir Stres, Baik untuk Kesehatan Mental dan Fisik

Seringkali, ibu dan anak yang menjadi korban bisa mengalami ketakutan terus menerus, gangguan kecemasan, keengganan untuk berinteraksi dengan lingkungan, insomnia, dan depresi. Nivea dan OHCC Udayana akan menerapkan program “Mindfulness dan Play Therapy” pada 250 pasang ibu dan anak di Desa Kekait, Lombok. Terapi berpasangan ini juga berguna untuk meningkatkan kedekatan ibu dan anak setelah bencana.

“Program intervensi mental dan psikososial bagi ibu dan anak yang terdampak gempa bumi di Lombok ini dapat menjadi kajian dan pembelajaran bagi civitas akademika untuk pengembangan ilmu dasar kebencanaan,” ungkap Profesor Raka Sudewi, Rektor Universitas Udayana.

Program pelayanan kesehatan mental, atau disebut juga dengan nama trauma healing, diharapkan bisa membantu ibu dan anak yang menjadi korban gempa bumi di Lombok agar bisa mengatasi trauma, mendapatkan kembali kepercayaan diri, dan kembali produktif merancang kehidupan selanjutnya. Program ini akan dilakukan selama lima bulan, namun bisa dilanjutkan oleh universitas dan organisasi sekitar.