Cegah Keputihan, Perhatikan Cara Menyeka Miss V dan Pakaian Dalam

Reporter: Silvy Riana Putri
Editor: Yunia Pratiwi
Kamis, 14 Maret 2019 08:56 WIB
Cegah Keputihan, Perhatikan Cara Menyeka Miss V dan Pakaian Dalam

CANTIKA.COM, Jakarta – Menjaga kebersihan area kewanitaan bukanlah hal yang sulit. Hanya membutuhkan konsistensi dalam cara perawatan mulai dari cara membasuh miss v dan pemilihan jenis pakaian dalam.

Baca juga: Cara Aman Memilih dan Memakai Sabun Kewanitaan

Ginekolog Estetika Dinda Derdameisya, mengingatkan untuk selalu membasuh area kewanitaan dengan air bersih. Bila berada di toilet umum, gunakan air dari pancuran atau kran, bukan dari air yang sudah di dalam wadah. Kemudian perhatikan cara kamu menyeka area kewanitaan.

"Arah sekanya dari atas ke bawah, jangan dari bawah ke atas. Supaya bakteri atau kuman yang mungkin ada di anus tidak terbawa masuk ke dalam liang vagina. Keringkan dengan handuk atau tisu tanpa wewangian,” ucap dr. Dinda Derdameisya dalam peluncuran Andalan Feminine Care di Kaum Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu 13 Maret 2019.

dr Dinda Derdameisya Sp.OG (Aesthetic Gynaecologist), Maharani Anindita (Brand Manager Andalan Feminine Care), Ade Maharani (Marketing Manager DKT Indonesia) & Aditya Putra (Strategic Planning Manager DKT Indonesia) di Kaum Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu 13 Maret 2019. (Tempo/Silvy Riana Putri)

Lebih lanjut dr Dinda memaparkan, hindari pengunaan sabun bayi untuk miss V karena berbeda tingkat pH balance. “Untuk area kewanitaan dibutuhkan pH balance sekitar antara 3,5 – 4,9. Karena vagina itu asam sifatnya. Sementara sabun bayi itu pH balance-nya mencapai 9-12. Basa sifatnya. Bukan berarti baik untuk bayi, maka kandungan itu yang dibutuhkan area kewanitaan kita.”

Kemudian, ganti pakaian dalam minimal dua kali. Terlebih bagi yang aktif berolahraga atau mudah berkeringat, disarankan langsung mengganti pakaian dalam usai kegiatan. Pakaian dalam dari bahan katun dan tidak terlalu ketat disarankan untuk menciptakan sirkulasi udara yang baik di sekitar area kewanitaan.

“Kalau ada perempuan yang senang pakai celana dengan renda dan tidak menimbulkan efek iritasi atapun gatal di area kewanitaan, lanjutkan saja pemakaiannya. Bukan berarti kalau di saya tidak cocok, di kamu juga begitu. Sama saja seperti pemakaian produk makeup, ada yang cocok dan tidak. Tetap menjaga kebersihan dan rutin mengganti pakaian dalam jadi prioritas,” tukas dr Dinda.