Penyebab Bertambahnya Rasa Sakit bila Kurang Tidur

lifedynamix.com

kesehatan

Penyebab Bertambahnya Rasa Sakit bila Kurang Tidur

Kamis, 7 Februari 2019 11:44 WIB
Reporter : Tabloid Bintang Editor : Yayuk Widiyarti

CANTIKA.COM, Jakarta - Seseorang yang cedera di tubuhnya, entah karena kecelakaan parah seperti patah tulang atau kondisi kronis seperti sakit punggung, sering sulit menikmati tidur malam yang nyenyak. Rasa sakit dan nyeri di tubuh membuat seseorang sulit tidur, di sisi lain ketika mereka kurang tidur maka rasa nyeri itu akan bertambah parah.

Sebuah penelitian terbaru mengungkap bagaimana kaitan antara kurang tidur dengan meningkatnya rasa sakit. Dalam penelitian yang dilakukan di Universitas California, Amerika Serikat, disebutkan bahwa kurang tidur dapat mengubah sirkuit di otak yang berakibat pada meningkatnya rasa sakit di tubuh yang mengalami luka.

Artikel lain:Susah Tidur, Terapkan Rumus 4 7 8 Supaya Terlelap

“Ada dugaan kuat bahwa terjadi hubungan sebab akibat antara kurang tidur dan meningkatnya rasa sakit,” kata Adam Krause, penulis buku laris Why We Sleep sekaligus penggagas penelitian di Universitas California, AS.

“Di sini kami menemukan bukti bahwa kurang tidur memiliki efek langsung ke otak dalam meningkatkan rasa sakit,” urai Krause.

Dalam penelitian ini, Krause mengamati 25 orang dewasa sehat selama dua malam. Mereka diperbolehkan tidur di malam pertama dan dipaksa terjaga selama 24 jam berikutnya. Dalam kedua kondisi tersebut (cukup tidur dan kurang tidur), peneliti melakukan percobaan dengan memberikan stimulasi rasa sakit dengan rasa panas di kulit. Hasilnya, rasa sakit meningkat ketika mereka dalam kondisi kurang tidur.

Mereka juga menempatkan peserta dalam mesin pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI) untuk melihat bagaimana kurang tidur mengubah respons otak terhadap rasa sakit.

ilustrasi susah tidur (pixabay.com)

“Nyeri adalah proses saraf,” jelas Krause.

Sinyal rasa sakit berpindah dari tempat cedera melalui sumsum tulang belakang ke otak di korteks somatosensori, wilayah otak yang mencatat rasa sakit dan sentuhan.

“Korteks somatosensori akan memperkirakan lokasi rasa sakit dan intensitasnya dan kemudian memberi sinyal ke seluruh otak,” Krause menjelaskan.

Baca juga:Posisi Tidur Tak Nyaman, Bikin Leher Kaku dan 7 Masalah Lain

Misalnya, akan mengirim sinyal untuk menarik tangan menjauh dari kompor yang panas. Studi ini mengingatkan Anda untuk menjaga kualitas tidur terutama ketika sedang cedera atau sakit.

Pastikan kamar tidur sejuk dan gelap serta hindari mengonsumsi kafein menjelang waktu tidur agar bisa mendapatkan tidur berkualitas dan terhindar dari rasa sakit.

AURA