Susah Tidur, Terapkan Rumus 4 7 8 Supaya Terlelap

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rini Kustiani

google-image
Ilustrasi wanita tertidur. shutterstock.com

Ilustrasi wanita tertidur. shutterstock.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Ada kalanya kita sulit sekali tidur. Padahal tubuh sudah lelah dan ingin segera beristirahat, tapi mata tak kunjung terpejam. Bolak-balik mencari posisi tidur yang nyaman. Mulai dari terlentang, miring ke kanan, miring ke kiri, sampai tengkurap.

Artikel terkait:
Awas, Kurang Tidur Bikin Gampang Marah
Penjelasan Sleeping Beauty Alias Tidur Cantik Itu Penting

Kamar tidur juga sudah dibuat temaram, kasur empuk, plus bantal dan guling siap mengantarkanmu ke zona paling nyaman. Hanya saja, kalau mata tak juga mau kompromi, maka semua cara tadi sia-sia.

Selain membuat suasana senyaman mungkin, ada berbagai upaya yang bisa kita lakukan supaya tertidur. Mengutip aol, salah satu cara ampuh untuk mengusir gangguan kesulitan tidur adalah dengan rumus 4 - 7 - 8.

Ilustrasi tidur. Shutterstock

Para ahli mengungkapkan cara ini cocok buat kamu yang sering terbangun di malam hari dan sulit untuk kembali tidur. Rumus tersebut juga dapat diterapkan untuk melawan stress, mengatasi gangguan kecemasan, serta membuat tubuh semakin rileks karena detak jantung akan lebih terkontrol.

Baca juga: Singkirkan 10 Benda yang Bikin Kamar Tidur Tak Nyaman

Cara penerapan 4 - 7 - 8 sangat sederhana. Pertama, berbaringlah dengan nyaman di tempat tidur. Kemudian masuk ke angka 4 yang berarti bernapas melalui hidung selama 4 detik. Setelah itu, masuk ke angka 7 yang yakni tahan napas selama 7 detik. Lalu, cobalah mengeluarkan napas secara perlahan dari mulut selama 8 detik. Ulangi metode ini hingga kamu terlelap.

Salah satu indikasi sukses penerapan rumus 4 - 7 - 8 adalah kamu akan mudah menguap dan mata berair. Setelah itu, perlahan mata akan terpejam dan fase tidur dimulai. Selamat mencoba.

TEEN

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."