Pakar Bagi Kiat Mengatasi Mom Shaming

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Yayuk Widiyarti

google-image
Ilustrasi bayi dan ibu di Cina. Guide in China

Ilustrasi bayi dan ibu di Cina. Guide in China

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Perwakilan Rumah Sakit Anak C.S. Mott di Amerika Serikat, Anna Kauffman, menyebutkan bahwa membesarkan anak adalah waktu yang sangat menyenangkan dalam hidup, terutama pada tahun-tahun pertama.

“Saat itulah para ibu harus membuat serangkaian pilihan setiap hari untuk anak mereka. Kritik bisa berdampak pada kemampuan ibu membuat keputusan penting. Kritik yang terjadi terus menerus bisa mengganggu kesehatan, baik ibu maupun anak,” Kauffman mengingatkan.

Artikel lain:

Mom Shaming, Efek Psikologis dan Pengaruh pada Pengasuhan Anak

Banyak alasan yang melatarbelakangi seseorang melakukan mom shaming. Psikolog sosial, Susan Newman, Ph.D. melalui artikelnya yang dipublikasikan di situs web Psychology Today memerinci beberapa faktor mengapa seseorang mengkritik keras seorang ibu.

Ada yang hanya ingin menyombongkan diri seolah ia mengetahui segala hal tentang pengasuhan anak. Ada pula yang melakukan karena penyesalan di masa lalu.

“Kebanyakan mom shaming merupakan cara seseorang menutupi rasa tidak aman atau rasa bersalah terhadap suatu hal yang mereka harap bisa ubah terkait pengasuhan anak,” ungkap Newman.

Sedangkan, mom shaming yang dilakukan orang terdekat kemungkinan karena mereka ingin terlibat dalam mengasuh anak. Hal ini biasanya dilakukan para orang tua.

Untuk mengatasi mom shaming, Newman menganjurkan untuk tidak terpengaruh dengan gaya pengasuhan orang lain. Setiap ibu punya perjuangan masing-masing dalam merawat dan membesarkan anak.

Baca juga:
Cara Ibu Mengatasi Mom Shaming Supaya Tidak Bikin Stres

Sebagai ibu, Anda mengenal anak lebih baik dibanding orang lain. Jadi, sikap percaya diri terhadap apa yang diyakini terbaik untuk Anda dan buah hati harus dimiliki. Yang tidak kalah penting, sikap penerimaan diri.

“Anda harus bisa menerima bahwa ada masanya kewalahan. Tidak ada yang sempurna, hampir semua orang tua pernah melakukan kesalahan sekarang dan di masa yang akan datang,” kata Newman.

 AURA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."