Pelembap yang Baik untuk Kulit Berjerawat

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Yunia Pratiwi

google-image
Ilustrasi wajah bermasalah. Shutterstock

Ilustrasi wajah bermasalah. Shutterstock

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Bagi pemilik kulit berminyak dan berjerawat tentu kesulitan memilih produk perawatan kulit yang tepat. Beberapa perawatan kulit berminyak cenderung berjerawat seringkali mengurangi kelembapan kulit sehingga kulit menjadi kering. 

Baca juga: Tren Membuat Perawatan Kulit Sendiri, Dokter: Belum Tentu Efektif

Hal ini membuat pemilik kulit berminyak dan berjerawat takut untuk menggunakan pelembap. Mereka beranggapan bahwa kulit sudah lembap oleh kelebihan sebum dan akan lebih berjerawat apabila menggunakan pelembab.

Padahal kehilangan kelembapan kulit ternyata dapat memperparah kondisi jerawat. Karena itu, produk dengan kandungan ceramide sangat baik bagi penderita kulit berjerawat yang kering, sensitif dan atopi. Ceramide membantu proses pemulihan barrier kulit dan mengatur regenerasi sel sehingga lapisan kulit yang sempat rusak dapat diperbaiki.

"Pada kondisi atopi dan kulit kering, barrier kulit mengalami gangguan atau kerusakan sehingga berkurangnya kelembaban dan fungsi proteksi kulit, dapat membuka akses dari luar ke dalam kulit serta dapat memicu timbulnya jerawat. Hal ini menjadi dasar perlunya moisturizer khusus dengan kandungan ceramide dan bahan anti acne yang dapat memperbaiki barrier kulit sekaligus mencegah timbulnya jerawat,” ujar dr. Norita Sembada, Head of Business Development Derma Global Ventura.

Ia menambahkan, barrier kulit memberikan perlindungan kulit terhadap berbagai faktor dari luar tubuh. Barrier kulit yang sehat memiliki kemampuan mengikat air dan memiliki kadar lemak yang baik, termasuk kandungan ceramide sebagai komponennya yang terbesar. 

Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan akan produk perawatan yang tepat untuk jenis kulit tertentu yang menyebabkan jerawat selalu muncul kembali. 

     
Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."