Tips Mengajarkan Anak Mengelola Uang

Reporter: Tabloid Bintang
Editor: Rini Kustiani
Rabu, 7 November 2018 20:37 WIB
Tips Mengajarkan Anak Mengelola Uang

CANTIKA.COM, Jakarta - Orang tua bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Dari sini, anak semestinya paham bagaimana mereka mengelola uang yang didapat dari orang tua. Ada orang tua yang memilih memberikan uang saku kepada anak setiap hari, seminggu sekali, atau sebulan sekali untuk mengetahui apakah mereka bisa mengelola uang tersebut atau tidak.

Baca: 3 Tips untuk Orangtua Meredakan Amarah Anak

Jika sebelum tenggat uang itu sudah habis, itu menjadi salah satu indikasi anak belum mampu mengelola uang yang dipegang. Namun jika sampai batas akhir dia masih bisa menyisihkan uang pemberian orang tua, bisa dibilang anak ini pandai menabung. Lebih bagus lagi jika uang pemberian orang tua bisa bertambah berkat kerja keras anak itu sendiri.

Namun sebelum jauh ke sana, orang tua sebaiknya memberikan pengetahuan tentang pengelolaan uang kepada anak. Dari sini mereka bisa bersikap lebih bijaksana dan berpikir panjang sebelum menggunakannya. Berikut tips bagi orang tua dalam memberikan pemahaman pengelolaan uang kepada anak.

1. Hemat
Sampaikan kepada anak tentang pentingnya menghemat uang dan menjelaskan manfaat yang akan didapatkan. Bedakan antara membeli barang yang bermanfaat dengan membeli barang yang hanya menarik perhatian namun tidak bermafaat. Saat orang tua meminta anak berhemat, pastikan orang tua sudah memberikan contoh yang tepat.

Jika anak memiliki uang lebih, baik dari hasil pemberian atau uang jajan, arahkan anak untuk memasukan sebagian uangnya untuk ditabung. Jika mereka terbiasa dengan cara ini sejak dini, maka akan mudah melakukannya di kemudian hari dan menganggap menabung adalah hal yang penting.

Baca juga:
Tips Parenting, Cara Orang Tua Berikan Pengetahuan Seks ke Anak

2. Ajak anak belanja
Cara paling baik dan berkesan dalam mengajarkan anak tentang nilai uang adalah praktik langsung. Jadi, ajak anak ketika berbelanja. Saat membeli pakaian misalnya, jelaskan perbedaan antara membeli pakaian seharga Rp 50 ribu dengan pakaian serupa tapi seharga Rp 30 ribu.

Ajarkan juga membuat daftar belanjaan sesuai barang-barang yang dibutuhkan. Orang tua diharapkan konsisten memilih barang-barang belanjaan sesuai daftar. Jangan sampai tertarik dengan barang diskon padahal produk tersebut tidak dibutuhkan.

Selanjutnya: Jangan pernah bilang, 'uang yang tidak tumbuh di pohon'.


3. Belajar bilang tidak
Beri pengertian kepada anak kalau orang tua melarang atau berkata 'tidak' terhadap permintaannya, itu bukan berarti orang tua tak sayang kepadanya. Dengan begitu, anak akan berpikir dua kali sebelum meminta sesuatu kepada orang tua dan mempertimbangkan apakah barang tersebut bermanfaat untuk dia atau tidak. Dengan bersikap tegas, anak-anak akan belajar menetapkan prioritas dan membantu mereka mengelola uang.

4. Bicarakan tentang gaji
Jangan pernah bilang kepada anak, 'uang yang tidak tumbuh di pohon'. Kalimat seperti ini akan membuat anak bingung dan mungkin mencari tahu apakah benar uang bisa tumbuh dari pohon. Beri penjelasan kepada mereka kalau uang itu mesti diperoleh dengan kerja keras. Karena itu, pergunakan dengan bijaksana.

Beri tahu anak tentang pekerjaan orang tuanya, berapa penghasilannya, dan apa saja yang harus dipenuhi serta dibayar setiap bulan. Dengan mengetahui keseluruhan gambaran keuangan keluarga, anak akan berempati pada apa yang dilakukan orang tuanya. Bukan tidak mungkin mereka akan melakukan sesuatu untuk membantu, setidaknya dengan menghemat uang saku.

AURA