Rinni Wulandari Makan 5 Kali Sehari, Turun 18 Kilogram tanpa Diet

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rini Kustiani

google-image
Rinni Wulandari. Instagram.com

Rinni Wulandari. Instagram.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Rinni Wulandari melahirkan bayi laki-laki pada 19 Februari 2018. Dia fokus bagaimana memenuhi asupan Air Susu Ibu buat bayinya dan merasakan manfaat memberikan ASI eksklusif. Dengan menjaga asupan makanan dan memberikan ASI eksklusif, bobot Rinni Wulandari bisa susut 18 kilogram tanpa diet ketat.

"Saya tidak menghindari karbohidrat. Kalau ibu yang sedang menyusui tidak makan untuk sumber tenaga, maka produksi ASI-nya tidak akan maksimal," kata Rinni di Jakarta. "Saya makan lima kali sehari, yakni sarapan, mengudap jelang makan siang, makan siang, kudapan sore, dan makan malam."

Merasakan besarnya manfaat memberikan ASI eksklusif, Rinni Wulandari menyemangati para ibu agar berkomitmen memberikan ASI kepada buah hati mereka. Bagi ibu-ibu yang produksi ASI kurang melimpah, Rinni Wulandari mengimbau jangan berkecil hati dan terus memikirkan tumbuh kembang si kecil. Bagaimanapun ASI bermanfaat besar dan ada banyak cara untuk menambah volume ASI.

"Berusahalah semaksimal mungkin mengingat menyusui menguatkan ikatan batin ibu dan anak. Manfaatnya tak hanya buat bayi tapi juga ibu," ucap Rinni Wulandari seraya menambahkan dia percaya memberikan ASI eksklusif adalah cara diet alami.

Technical Marketing Advisor PT Fonterra Brands Indonesia -produsen susu Anmum, Rohini Behl mengatakan banyak rintangan yang dihadapi para ibu selama menyusui. Survei persahaan pada 2017 menunjukkan para ibu mengalami tantangan pada saat pertama kali menyusui.

"Ada yang stres akibat berbagai isu kesahatan yang beredar dan para ibu menyusui membutuhkan sistem pendukung," kata Rohini. Sebab itu, Anmum menghadirkan platform Anmum #MumtoMum untuk menghubungkan para ibu lewat dunia maya.

TABLOIDBINTANG

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."