Modifikasi Sepatu Sneakers, Ada Adidas dengan Sentuhan Batik

Pengunjung berbicara dengan penjual saat memilih sepatu sneakers yang dijual dalam acara Jakarta Sneakers Day di Senayan City, Jakarta, 1 Maret 2018. Tenant Dope & Dapper membawa sneakers unik, seperti Vans x Spongebob, Vans x Metallica, dan Puma x Hello Kity. TEMPO/Fajar Januarta

kecantikan

Modifikasi Sepatu Sneakers, Ada Adidas dengan Sentuhan Batik

Selasa, 1 Mei 2018 10:30 WIB
Reporter : Tabloid Bintang Editor : Rini Kustiani

CANTIKA.COM, Jakarta - Pecinta sepatu sneakers kini bisa memodifikasi sepatu mereka sesuai keinginan. Model dan warna sepatu sneakers yang keluar dari pabrikan bisa diubah mengikuti selera penggunanya. Namun siapa yang menyediakan jasa untuk customize sepatu sneakers ini?

Baca juga:Bergaya dengan Sneakers CantikSepatu Kate Middleton Tersangkut di Tutup Selokan, Awas Jatuh

Co-founder dan Creative Director Dope & Dapper Grand Indonesia, Direz mengatakan pengunjung bisa membeli sepatu sneakers di gerainya sekaligus memodifikasi di situ. Beberapa koleksi sepatu sneakers yang tersedia antara lain Vans, Adidas, Puma, Nike, hingga Reebok.

Direz menjelaskan, proses modifikasi sepatu sneakers tentu membutuhkan biaya tambahan dan kesabaran dari pembeli. Khusus untuk sepatu sneakers dari bahan kulit, maka modifikasinya sedikit lebih rumah dan prosesnya memakan waktu sampai 5 hari kerja.

"Tak masalah selama kami tidak keberatan dan konsumen siap menanggung harganya," kata Direz. Contoh, harga retail sepatu sneaker Rp 2 juta, dan setelah dimodifikasi menjadi Rp 2,3 juta. "Kami juga memberikan tali sepatu khusus untuk membuatnya tampil beda."

Artikel lainnya:Sepatu Unik Syahrini : Ada Jendelanya Sampai Harga Rp 200 Juta

Sepatu Adidas yang sudah dimodifikasi dengan sentuhan batik dari gerai Dope & Dapper Grand Indonesia. Tabloidbintang

Direz kemudian memperlihatkan sepatu sneakers Adidas yang sudah dimodifikasi dengan sentuhan batik. Sepatu berwarna biru tua ini awalnya memiliki tiga ruas garis yang menjadi simbol Adidas. Setelah diubah sedemikian rupa, garis yang semula putih itu berubah menjadi motif batik.

Direz menjelaskan, motif batik yang melapisi logo Adidas itu adalah batik tulis. "Kami punya pusat pelatihan dan pembatik sendiri," kata dia seraya menambahkan ada 20 motif batik tulis yang tersedia dengan tinta jenis indigofera tinctoria. "Semua motif batik dibuat dengan tangan, difermentasi, dan diwarnai sendiri untuk menimbulkan karakter. Itu sebabnya pewarnaannya terkesan tidak merata dan unfinished."