Pembelaan Ria Ricis Saat Kontennya Dibilang Tak Mendidik

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rini Kustiani

google-image
Ria Ricis. Instagram

Ria Ricis. Instagram

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Vlogger Ria Ricis tak tutup mata terhadap kritik tentang konten yang dibuatnya. Adik aktris Oki Setiana Dewi ini tahu ada orang yang menilai videonya tidak mendidik karena berisi ulasan tentang mainan dan hal-hal remeh lainnya.

Baca juga:
Gaya Unik Ria Ricis, Ratu Squishy yang Dikritik Tak Mendidik
Saudara Perempuan Harus Akur, Tiru Ria Ricis - Oki Setiana Dewi

Ria Ricis yang memiliki 3,2 juta subscriber di Youtube ini menjelaskan, konten yang ceria dan heboh adalah pilihannya. Dan, pembahasan tentang mainan non gadget menjadi penting karena anak sekarang sangat gandrung terhadap gadget.

"Kebanyakan orang salah mengartikan, 'YouTube Ricis katanya kontennya bahas mainan melulu, enggak mendidik'. Menurut Ricis setiap konten kreator memiliki ciri khas masing-masing," kata Ria Ricis. "Mungkin kreator lain review mobil atau HP, review mainan. Karena anak zaman sekarang mainannya di gadget."

Ria Ricis selektif dalam memilih konten yang akan disiarkan. Meski sudah hati-hati, dia tak memungkiri jika ada yang salah paham dengan pembahasan yang disajikan. Ria Ricis menghindari konten tentang remaja galau. Sebab buat dia, anak muda harus aktif dan kreatif. "Anak muda enggak boleh lembek," ujar Ria Ricis.

Ria Ricis. Instagram

Buat kamu yang ingin menjadi YouTuber atau vloger seperti Ria Ricis, perempuan 22 tahun ini menyarankan agar membuat konten yang menarik. "Untuk pemula, ada banyak yang mereka mau tapi bukan melihat orang lain. Jadi, cari yang orang lain mau, misalnya alien dance challenge, itu kan banyak yang cari sekarang," ucap Ria Ricis.

Ketika sudah memiliki banyak follower dan subscriber, barulah seorang vlogger leluasa menentukan konten yang mereka mau.

AURA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."