Tips Merawat Rambut yang Sering Diwarnai

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rini Kustiani

google-image
Ilustrasi masker rambut atau hair mask. Garnier.com

Ilustrasi masker rambut atau hair mask. Garnier.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Warna rambut bisa menjadi media ekspresi dirimu. Ada yang memilih mengecat rambutnya dengan warna merah, oranye, ungu, perak, dan lainnya. Semakin banyak orang yang eksperimen dengan warna rambut yang beragam, maka perawatannya juga tak bisa disamakan dengan rambut yang tidak diwarnai.

Baca juga:
Warna Rambut Berubah Merah, Atasi dengan Mangga
Cukup dengan Cuka Apel agar Rambut Kuat dan Bersinar

Brand General Manager Matrix Indonesia, Amanda Indarwulan mengatakan tak perlu khawatir rambut akan kering dan rusak setelah dicat, asalkan perawatannya tepat. "Rambut yang terkena zat kimia memang harus mendapatkan perawatan yang intens," kata Amanda di Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Rabu 4 April 2018.

Perawatan untuk mereka yang sering mewarnai rambut, menurut Amanda, bisa dilakukan dengan memakai masker rambut dan memberikan serum. "Perawatan di salon sebaiknya dilakukan seminggu sekali, bisa dalam bentuk masker rambut atau memberikan serum rambut," katanya. Buat yang ingin hemat, pemberian masker dan serum rambut juga bisa dilakukan di rumah, dan disarankan menggunakan masker khusus untuk rambut yang sering dicat.

Dan Csicsai, Penata Rambut Matrix Global, dan Amanda Indarwulan, Brand General Manager Matrix Indonesia, di Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Rabu 4 April 2018 (Tempo/Astari P Sarosa)

Mengenai penggunaan sampo, Matrix Educator Syamsul Arivin mengatakan jangan memakai sampo biasa untuk rambut yang diwarnai. "Sebaiknya tidak menggunakan shampo dengan kandungan mentol karena akan membuat warna cepat pudar," katanya.

Mereka yang rambutnya diwarnai juga jangan keramas terlalu sering. Syamsul menyarankan jika rambut diwarnai, maka keramas cukup dilakukan setiap dua hari sekali. Namun harus ingat, jangan langsung keramas setelah mengecat rambut agar warna lebih terlihat.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."