Dilarang Minum Es Saat Menstruasi dan Penjelasan 3 Mitos Lainnya

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rini Kustiani

google-image
Ilustrasi nyeri haid. shutterstock.com

Ilustrasi nyeri haid. shutterstock.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Ada berbagai mitos seputar menstruasi yang diyakini sebagian orang. Beberapa mitos yang perlu diklarifikasi antara lain dilarang minum es ketika datang bulan, tak boleh berenang, sampai durasi ganti pembalut.

Artikel terkait menstruasi:
Siklus Menstruasi dan Gejala Haid yang Tidak Normal
Cara Novita Angie Ajarkan Putrinya tentang Menstruasi Sejak Dini

Dokter spesialis kandungan Botefilia Budiman menjelaskan mitos terkait menstruasi yang salah kaprah. Berikut ini empat anggapan keliru tentang haid:

1. Dilarang minum es
Perempuan yang sedang menstruasi tak boleh minum air dingin, terlebih air es karena membuat darah haid membeku dan memicu nyeri. Menurut Botefilia Budiman, anggapan ini jelas keliru.

"Boleh minum air dingin (saat haid). Kalau air dingin bikin darah menstruasi membeku itu mitos," katanya saat peluncuran buku saku "Sehat dan Bersih Saat Menstruasi". Sebab, air masuk ke saluran pencernaan, sedangkan darah menstruasi berasal dari tempat lain.

2. Minuman penghilang nyeri haid akan menghilangkan nyeri selamanya
Botefilia Budiman menjelaskan minuman atau obat penghilang nyeri haid memang akan mengenyahkan rasa nyeri. Kandungan antiprostaglandin membuat rasa nyeri mereda dan darah haid berkurang. Tapi nyeri haid itu tak hilang seterusnya hanya dengan sekali mengkonsumsi minuman atau obat pereda nyeri haid.

Baca juga: Siklus Menstruasi Bikin Nyeri, Ini 4 Makanan Pereda Sakit Haid

3. Ganti pembalut setiap buang air kecil.
Ganti pembalut atau tidak, menurut Botefilia Budiman, tergantung karakter menstruasi masing-masing perempuan. "Kalau tipe haid Anda heboh, maksudnya mengeluarkan banyak darah, maka mesti lebih sering ganti pembalut," katanya. Pada dua hari pertama menstruasi disarankan ganti pembalut setiap 2 jam sekali.

Namun demikian ada pula karakter haid yang darahnya keluar sedikit demi sedikit sehingga masa menstruasi menjadi lama. "Rata-rata darah haid yang keluar dalam satu siklus sekitar 88 cc," ucapnya.

4. Dilarang berenang
Selama darah haid yang keluar tidak sedang deras, Botefilia Budiman mengatakan, boleh saja berenang. Justru olahraga sangat disarankan untuk perempuan yang sedang haid. "Saat berolahraga, produksi hormon prostaglandin menjadi tidak terlalu banyak sehingga nyeri haid berkurang," ucapnya.

Jenis olahraga yang disarankan bagi perempuan yang sedang menstruasi antara lain yoga, senam aerobik, lari, jalan cepat, bersepeda, dan berenang. Jenis olahraga ini mengaktifkan metabolisme sehingga aliran darah lebih lancar. "Untuk durasi olahraga tak perlu terlalu lama, cukup 30 menit," ucap Botefilia Budiman.

AURA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."