Perempuan yang Ingin Majalah Tempo Jadi Maskawin, Siapa Dia?

Sampul Majalah Tempo, 20 Februari 2017, tentang hasil putaran pertama Pilkada DKI 2017.

ragam

Perempuan yang Ingin Majalah Tempo Jadi Maskawin, Siapa Dia?

Kamis, 1 Februari 2018 20:42 WIB
Reporter : Fajar Pebrianto Editor : Rini Kustiani

CANTIKA.COM, Jakarta - Perempuan bisa memilih apa saja yang diinginkan sebagai maskawin. Mulai yang standar, seperti peralatan beribadah dan perhiasan, hingga ada yang memilih berlangganan majalah berita mingguan Tempo seumur hidup. Dia adalah News Producer CNN Indonesia TV Nana Riskhi Susanti.

Perempuan yang menikah dengan Hadi Ahdiana pada 6 Januari 2018 ini sempat membuat janji untuk berlangganan majalah Tempo sebagai maskawin. "Tapi dilarang penghulu karena maskawin harus tunai untuk seumur hidup," ujar Nana kepada Tempo di Jakarta, Kamis, 1 Februari 2018. Penghulu, kata Nana, khawatir maskawin yang harus dibayar setiap pekan ini menjadi utang pada masa mendatang.

Dengan begitu, penghulu menyarankan berlangganan majalah Tempo menjadi janji pernikahan tidak tertulis. Penghulu pun bersedia menjadi saksinya. "Tapi jangan disebut di akad," ucap Nana menirukan kata-kata penghulu. Sebelum menikah, Hadi sempat menghubungi customer service Tempo untuk berlangganan majalah seumur hidup.

News Producer CNN Indonesia TV Nana Riskhi Susanti, salah satu pembaca setia majalah Tempo, Jakarta, 1 Februari 2018. Foto: Hadi Ahdiana

Meski menjadi janji nikah yang tidak tertulis, Nana bersyukur Hadi tetap memenuhi janjinya. Melalui akun Instagram-nya, Nana menulis, "Setiap pekan, majalah kesukaan saya yang enak dibaca dan perlu ini akan selalu dia sediakan."

Nana menceritakan awal mengenal Tempo pada 1999. Saat itu, usianya sekitar 10 tahun. "Orang tua yang pendidik kerap membawakan majalah bekas yang tersisa dari perpustakaan sekolah," ujarnya di akun Instagram. Nana yang saat itu masih duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar memang belum paham semua rubrik di majalah yang mulai terbit pada 1971 itu.

Cara penulisan setiap rubrik di majalah Tempo dengan gaya bertutur atau bercerita, kata Nana, sangat enak dibaca. "Majalah inilah yang mengajari saya cara menyajikan cerita," ucapnya. Salah satu rubrik di Tempo yang membuat Nana kepincut adalah Catatan Pinggir, yang ditulis salah satu pendiri dan juga pernah menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, Goenawan Mohamad.

Setelah 19 tahun, Nana membuktikan kesetiaannya membuka halaman demi halaman majalah Tempo. Cara penyajian berita dengan teknik penulisan feature ala Tempo menjadi "guru" bagi Nana. Program acara yang kini Nana tangani di CNN Indonesia TV, yakni Inside Indonesia, sangat terbantu bagaimana menyusun feature atau liputan khas. "Enggak ada majalah lain yang lebih khas. Selain itu juga karena independensinya," tutur Nana.

FAJAR PEBRIANTO