Putus Cinta, Jaga Silaturahmi dengan Mantan atau Tidak?

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Yunia Pratiwi

google-image
Ilustrasi putus cinta. Shutterstock.com

Ilustrasi putus cinta. Shutterstock.com

IKLAN

TEMPO.CO, Jakarta - Biasanya kita sering mendengar saran untuk menjaga silaturahmi dengan siapa pun termasuk mantan pacar. Namun menurut psikolog klinis dewasa Pingkan Cynthia Belinda Rumondor, mereka yang putus cinta sebaiknya memutus kontak terlebih dulu dengan mantan dan keluarganya segera setelah hubungan asmara kandas. 

Alasannya, mereka yang putus cinta butuh waktu untuk penyesuaian. "Karena Anda perlu memproses kondisi baru sebagai single dan proses ini akan terganggu kalau masih memikirkan atau kontak dengan mantan," ujar Pingkan. 

(Depositphotos)
 

Baca juga:
Berteman dengan Mantan Pacar Boleh, Tapi Patuhi 4 Rambu Berikut
Bilang Pasanganmu, Valentine Nanti Jangan seperti Robot
Sang Mantan Kejar-kejar Kamu Mau Balikan, Harus Bagaimana

Setelah beberapa waktu, biasanya mereka yang putus cinta akan lebih mungkin bersikap netral ketika bertemu kembali dengan mantan. Jeda waktu ini juga dibutuhkan untuk melepas kebiasaan yang dilakukan bersama mantan misalnya kencan setiap seminggu sekali.

"Bayangkan misalnya ketika kita mengubah kebiasaan menggosok gigi, sebuah tindakan yang enggak pakai emosi saja butuh waktu lama apalagi kegiatan yang melibatkan emosi," ujar Pinkan.

Lantas berapa lama waktu yang dibutuhkan seseorang yang putus cinta untuk "pulih"? Dikutip dari The Journal of Positive Psychology dengan judul Addition through subtraction: Growth following the dissolution of a low quality relationship, mahasiswa yang jadi responden penelitian umumnya mengalami dampak negatif putus cinta yang berkurang setelah 11 pekan atau 2,5 bulan.

TABLOID BINTANG

 

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."