Sehat ala Wanita Terkaya Arini Subianto, Pilates dan Tidur 6 Jam

Reporter: Astari Pinasthika Sarosa
Editor: Yayuk Widiyarti
Minggu, 17 Desember 2017 20:02 WIB
Sehat ala Wanita Terkaya Arini Subianto, Pilates dan Tidur 6 Jam

TEMPO.CO, JakartaWanita terkaya di Indonesia, Arini Subianto, memiliki jadwal yang sangat padat sebagai pebisnis dan ibu. Di sela kesibukan pekerjaan sebagai Presiden Direktur Persada Capital Investama dan ibu dua anak remaja, Arini tetap menjaga kesehatan dengan melakukan beberapa hal sederhana.

Ia mengaku bahwa olahraga, tidur, dan makan seimbang adalah tiga hal penting untuk menjaga kesehatan. “Pilates dan tidur minimal 6 jam, dan tidurnya yang quality sleep ya. Tidur sama olahraga untuk menjaga kesehatan,” tutur Arini Subianto, di Jakarta, Selasa, 12 Desember 2017.

Selain pilates, Arini juga suka melakukan lari jarak pendek. Arini menceritakan kalau dulu dia sering lari jarak pendek di Ragunan. Namun, karena sekarang Jakarta sudah semakin panas dan sedang dibangun underpass di daerah Ragunan, Arini memilih untuk melakukan olahraga larinya di treadmill.

Baca juga:
Arini Subianto, dari Jual Kado sampai Jadi Wanita Terkaya
Arini Subianto, Wanita Terkaya yang Sempat Ingin Jadi Arsitek
Meski Terkaya, Arini Subianto Malas ke Salon dan Tak Perlu Sisir

Selain olahraga, makan seimbang juga membantu wanita berumur 47 tahun ini untuk tetap sehat di tengah kesibukannya. “Saya makan yang penting tiga kali. Saya personally tidak bisa melewatkan sarapan. Saya harus sarapan,” ujar Arini.

Ia mengaku tidak diet apapun dan menyukai pasta, keju, serta nasi. Sedangkan olahraga dipercaya baik untuk regenerasi sel-sel karena aliran darah lancar.

“Saya pernah dulu takut, karena saya keturunan metabolisme terhadap daging merah itu tidak bagus, kolesterol langsung tinggi. Saya tidak makan daging merah enam bulan, yang ada saya malah masuk rumah sakit karena kekurangan gizi,” tutur Arini, yang mengaku tak tahan asap rokok.

Dia belajar dari pengalaman tersebut dan memastikan kalau dia selalu makan seimbang agar tidak kekurangan gizi. “Makan harus seimbang, dan bergerak,” jelasnya.