Agar Anak Mudah Berteman, Berikut 6 Cara yang Bisa Diterapkan

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi anak-anak membaca buku di ruang kelas. Foto: Freepik.com/Jcomp

Ilustrasi anak-anak membaca buku di ruang kelas. Foto: Freepik.com/Jcomp

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Berteman termasuk bagian penting dalam tumbuh kembang anak. Dan orang tua berperan penting dalam membantu anak-anak mereka mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk membangun hubungan penting ini. Mengajari anak-anak cara berteman tidak hanya meningkatkan keterampilan sosial mereka, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan. Berikut enam cara yang bisa diterapkan agar anak mudah berteman.

1. Tunjukkan kebaikan dan empati

Kebaikan adalah dasar dari semua hubungan baik. Mengajari anak-anak untuk bersikap baik dan berempati dapat membuat perbedaan besar dalam cara mereka berhubungan dengan orang lain.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Developmental Psychology, anak-anak yang menunjukkan perilaku prososial, seperti berbagi dan menunjukkan kasih sayang, lebih mungkin diterima oleh teman-temannya.

Doronglah anak untuk memahami perasaan orang lain dan menawarkan bantuan bila diperlukan. Memainkan berbagai skenario di rumah bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk mempraktikkannya. Misalnya, tanyakan kepada anak Anda bagaimana perasaannya jika melihat seseorang duduk sendirian saat makan siang dan apa yang dapat mereka lakukan untuk membantu.

2. Ajarkan keterampilan mendengarkan yang baik

Mendengarkan adalah bagian penting dari komunikasi dan komponen kunci dalam membentuk persahabatan. Sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Illinois menemukan bahwa anak-anak yang merupakan pendengar yang baik cenderung memiliki hubungan dengan teman yang lebih baik.

Ajari anak Anda untuk mendengarkan tanpa menyela dan menunjukkan ketertarikan pada apa yang dikatakan temannya. Anda dapat melatih keterampilan ini dengan melakukan percakapan keluarga di mana setiap orang mendapat giliran untuk berbicara tanpa diganggu.

Pujilah anak Anda ketika mereka mendengarkan dengan penuh perhatian, perkuat pentingnya keterampilan ini.

3. Mendorong kebiasaan berbagi 

Berbagi adalah keterampilan sosial mendasar yang membantu anak-anak membangun kepercayaan dan kerja sama. Menurut penelitian dalam Journal of Experimental Child Psychology, anak-anak yang memahami konsep keadilan dan bersedia berbagi lebih mungkin menjalin persahabatan yang langgeng.

Contohkan perilaku ini di rumah dengan berbagi tugas dan bergiliran selama kegiatan keluarga. Pujilah anak Anda ketika mereka berbagi mainan atau menunggu giliran dengan sabar, soroti bagaimana tindakan ini membuat orang lain merasa senang.

4. Ajarkan cara menyelesaikan pertengkaran

Pertemanan bukannya tanpa konflik, dan mengetahui cara menyelesaikan pertengkaran secara damai sangatlah penting. Ajari anak Anda untuk mengungkapkan perasaannya dengan tenang dan mendengarkan sudut pandang temannya.

Sebuah studi dari Universitas Harvard menemukan bahwa anak-anak yang dapat menyelesaikan konflik secara efektif cenderung memiliki hubungan positif dengan teman sebaya. Memainkan skenario konflik yang berbeda dapat menjadi cara yang efektif untuk melatih keterampilan ini. Diskusikan solusi potensial dan dorong anak Anda untuk memikirkan cara terbaik menangani perselisihan.

5. Buat anak memahami nilai bahasa tubuh yang positif

Komunikasi nonverbal, seperti tersenyum, melakukan kontak mata, dan bersikap terbuka, berperan penting dalam menjalin pertemanan. Bahasa tubuh yang positif dapat membuat anak terlihat lebih mudah didekati dan ramah. Ajari anak Anda pentingnya bahasa tubuh melalui permainan dan aktivitas.

Misalnya, Anda dapat memainkan permainan di mana Anda bergiliran mengekspresikan berbagai emosi hanya dengan menggunakan ekspresi wajah dan gerak tubuh. Diskusikan bagaimana isyarat nonverbal ini dapat mempengaruhi persepsi orang lain.

5. Doronglah anak untuk menjadi bagian dari kegiatan kelompok

Menjadi bagian dari kegiatan kelompok dapat memberi anak kesempatan untuk bertemu teman baru dan melatih keterampilan sosial. Penelitian yang dilakukan oleh American Academy of Pediatrics menunjukkan bahwa anak-anak yang berpartisipasi dalam kegiatan kelompok, seperti olahraga, klub, atau acara komunitas, lebih mungkin mengembangkan jaringan sosial yang kuat.

Bantulah anak-anak menemukan aktivitas yang menarik minat mereka, dan dorong mereka untuk bergabung. Hal ini tidak hanya membantu mereka mendapatkan teman, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri dan rasa memiliki.

6. Jadilah teladan dari apa yang Anda inginkan untuk anak

Anak-anak belajar banyak dengan mengamati orang tuanya. Tunjukkan perilaku sosial yang positif, seperti menyapa tetangga, menunjukkan penghargaan, dan menjaga persahabatan. Menurut sebuah penelitian dalam Journal of Family Psychology, anak seringkali meniru interaksi sosial orang tuanya.

Bicaralah dengan anak Anda tentang pertemanan Anda dan bagaimana Anda mempertahankannya. Bagikan cerita tentang bagaimana Anda menyelesaikan konflik, menunjukkan kebaikan, dan mendukung teman-teman Anda. Tindakan Anda dapat menginspirasi anak Anda untuk mengadopsi perilaku serupa dalam hubungannya.

Pilihan Editor: Teruntuk Orang Tua, Hindari Membahas 7 Hal Ini di Depan Anak Anda

TIMES OF INDIA

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."