Hindari Mengatakan 7 Kalimat Ini kepada Anak, Bisa Bikin Cemas atau Trauma

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi orang tua bicara dengan anak. Shutterstock

Ilustrasi orang tua bicara dengan anak. Shutterstock

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Kata-kata memiliki kekuatan yang sangat besar, terutama jika berasal dari orang tua kepada anak. Ungkapan dan bahasa yang Anda gunakan dapat berdampak jangka panjang terhadap perkembangan dan harga diri anak. Oleh karena itu, untuk catatan kita bersama, berikut sederet kalimat wajib dihindari diutarakan kepada anak.

1. Berhentilah menangis

Menyuruh anak berhenti menangis mungkin tampak seperti solusi cepat untuk mengakhiri tantrum atau momen emosional, namun sebenarnya bisa berbahaya. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Emotion menunjukkan bahwa mengabaikan perasaan anak dapat membuat mereka merasa tidak valid dan disalahpahami.

Sebaliknya, akui perasaan anak dan bantu dia memproses emosinya. Mengatakan sesuatu seperti, "Sepertinya kamu benar-benar kesal. Bisakah kamu memberitahuku apa yang salah?" mendorong mereka untuk mengekspresikan diri dan mempelajari pengaturan emosi.

2. Katakan maaf pada mereka sekarang!

Memaksa anak untuk meminta maaf tidak mengajarkan mereka berempati yang tulus. Anak-anak perlu memahami mengapa tindakan mereka salah dan merasakan penyesalan yang tulus sebelum mereka dapat meminta maaf dengan tulus.

Daripada menuntut permintaan maaf segera, bimbing mereka melalui situasi tersebut dan jelaskan mengapa tindakan mereka menyakitkan. Pendekatan ini membantu anak-anak mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang empati dan tanggung jawab.

3. Mengapa kamu tidak bisa lebih baik dari saudaramu?

Perbandingan antara saudara kandung atau teman sebaya bisa sangat merugikan. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Family Psychology menemukan bahwa perbandingan saudara kandung dapat menyebabkan persaingan, penurunan harga diri, dan ketegangan dalam hubungan saudara kandung.

Setiap anak itu unik, dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Fokus untuk mendorong bakat individu mereka dan mendukung pertumbuhan pribadi mereka. Pernyataan seperti, "Saya suka betapa kreatifnya Anda!" dapat memperkuat harga diri mereka tanpa perbandingan.

4. Aku tidak akan pernah berbicara denganmu lagi

Mengancam untuk menarik cinta atau komunikasi dapat menimbulkan trauma yang mendalam bagi anak. Pernyataan seperti itu dapat menimbulkan kecemasan dan ketakutan akan ditinggalkan. Anak-anak perlu merasa aman dalam hubungannya dengan orang tuanya.

Daripada membuat ancaman, fokuslah pada disiplin yang konstruktif. Gunakan kalimat seperti, "Mari kita istirahat dan membicarakan hal ini saat kita berdua sudah tenang," untuk mendorong komunikasi yang sehat dan penyelesaian konflik.

5. Kamu tidak akan bisa melakukannya!

Mencegah anak mencoba sesuatu yang baru dapat merusak kepercayaan diri dan kemauannya mengambil risiko. Tekankan pentingnya membangun pola pikir berkembang pada anak-anak. Daripada meremehkan kemampuan mereka, doronglah upaya dan ketekunan.

Katakan, "Saya tahu ini sulit, tetapi dengan latihan, Anda bisa meningkatkannya," untuk memotivasi mereka agar terus mencoba dan mengembangkan ketahanan.

6. Kamu tidak cukup cantik/tampan

Menetapkan standar kecantikan pada anak dapat merusak citra diri dan harga dirinya. Sebuah studi yang dilakukan oleh Journal of Adolescent Health menemukan bahwa anak-anak yang dikritik karena penampilan mereka lebih mungkin mengalami masalah citra tubuh dan gangguan makan.

Promosikan citra diri yang sehat dengan berfokus pada kualitas dan bakat batin. Pujilah mereka atas kebaikan, kreativitas, dan kecerdasannya, bukan penampilan fisiknya.

7. Kamu sempurna

Meskipun penting untuk memuji dan menyemangati anak Anda, mengatakan bahwa mereka sempurna dapat memberikan harapan yang tidak realistis dan mencegah mereka belajar dari kesalahan mereka. Memuji secara berlebihan dapat mengarah pada pola pikir tetap, yaitu anak-anak percaya bahwa kemampuan mereka adalah bawaan dan tidak dapat diubah.

Sebaliknya, akui upaya mereka dan bimbing mereka pada area yang bisa mereka tingkatkan. Ungkapan seperti, "Anda melakukan pekerjaan dengan baik dalam hal ini, dan inilah cara Anda menjadikannya lebih baik lagi," membantu mereka mengembangkan pola pikir berkembang dan memahami bahwa perbaikan selalu mungkin dilakukan.

Pilihan Editor: Ajukan 5 Pertanyaan Ini untuk Mengetahui Keseharian Anak Anda

TIMES OF INDIA

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."