4 Cara Mudah Menurunkan Risiko Kanker Payudara

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi kanker payudara. Shutterstock.com

Ilustrasi kanker payudara. Shutterstock.com

IKLAN

CANTIKA.COM, JakartaKanker payudara merupakan masalah kesehatan yang signifikan bagi wanita di seluruh dunia, dengan jutaan kasus baru didiagnosis setiap tahunnya. Meskipun faktor risiko tertentu seperti genetika dan usia tidak dapat diubah, ada perubahan gaya hidup yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko terkena kanker payudara. Berikut empat di antaranya.

1. Pertahankan Berat Badan yang Sehat

Menjaga berat badan yang sehat sangat penting dalam mengurangi risiko kanker payudara. Kelebihan berat badan, terutama setelah menopause, dikaitkan dengan peningkatan risiko terkena kanker payudara. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of National Cancer Institute, wanita pascamenopause yang kelebihan berat badan atau obesitas memiliki risiko 30-60 persen lebih tinggi terkena kanker payudara dibandingkan wanita dengan berat badan sehat.

Namun, kabar baiknya adalah penurunan berat badan yang sedikit pun dapat membuat perbedaan. Studi yang sama menemukan bahwa wanita pascamenopause yang kehilangan hanya 5 persen berat badannya menurunkan risiko kanker payudara sebesar 12 persen.

2. Berolahraga Teratur

Aktivitas fisik secara teratur telah terbukti mengurangi risiko kanker payudara. Usahakan untuk berolahraga setidaknya 150 menit dengan intensitas sedang, seperti jalan cepat, setiap minggu. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Cancer menemukan bahwa wanita yang melakukan aktivitas fisik secara teratur mengurangi risiko kanker payudara sebesar 20 persen.

Olahraga tidak hanya membantu mengendalikan berat badan, tetapi juga memiliki manfaat lain, seperti mengurangi peradangan dan membantu mengatur kadar hormon, yang mungkin berkontribusi terhadap efek perlindungan terhadap kanker payudara.

3. Menyusui, jika memungkinkan

Menyusui terbukti menurunkan risiko kanker payudara, terutama jika dilakukan selama satu tahun atau lebih. Sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam Annals of Oncology menemukan bahwa menyusui dengan durasi total lebih dari 12 bulan dikaitkan dengan risiko kanker payudara 26 persen lebih rendah dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah menyusui.

Menyusui dianggap mengurangi risiko kanker payudara dengan menunda kembalinya menstruasi setelah melahirkan, sehingga membantu menurunkan paparan estrogen seumur hidup.

4. Batasi Makanan Olahan dan Tinggi Lemak

Pola makan sehat dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara. Fokus pada makan berbagai buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak, serta batasi makanan olahan dan tinggi lemak. Menurut American Cancer Society, penelitian menunjukkan bahwa pola makan tinggi buah-buahan dan sayuran dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara.

Sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam Journal of National Cancer Institute menemukan bahwa pola makan tinggi buah-buahan dan sayuran dikaitkan dengan rendahnya risiko kanker payudara reseptor-negatif estrogen, yang merupakan jenis kanker payudara yang lebih agresif.

Pilihan Editor: Dear Ladies, Jangan Lupa Lakukan SADARI untuk Cegah Tumor atau Kanker Payudara

TIMES OF INDIA

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."