Face Mist Bantu Menghidrasi Wajah, Berikut Kandungan yang Wajib Ada dan Perlu Dihindari di Dalamnya

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi perempuan menyemprotkan face mist. womensweekly.com

Ilustrasi perempuan menyemprotkan face mist. womensweekly.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Dalam beberapa tahun terakhir, face mist telah berkembang lebih dari sekadar semprotan air untuk meningkatkan kelembapan kulit wajah. Selain menghidrasi, ada beberapa produk face mist yang yang berfungsi mencerahkan, mengencangkan, menutrisi, dan memperkuat pelindung kulit alias skin barrier.

“Ada beberapa formula dalam face mist yang dapat memberikan vitamin dan nutrisi pada kulit, menambah kilau, mengatur riasan, atau memberikan perlindungan terhadap sinar matahari,” kata Geeta Yadav, dokter kulit bersertifikat dan pendiri Facet Dermatology di Toronto dikutip dari Well+Good.

Dalam memilih face mist, dokter kulit merekomendasikan bahan-bahan yang boleh dan perlu dihindari di dalam face mist. Apa saja itu? Yuk, kita intip bersama.

Bahan yang Wajib Ada di Face Mist

Menurut dokter Yadav, pilih kandungan face mist yang menyeimbangkan hidrasi dengan humektan (yang menarik kelembapan ke dalam kulit), seperti gliserin dan asam hialuronat, juga emolien, seperti ceramide dan squalane, untuk menjaga kelembapan kulit.

Bahan-bahan lain yang harus dicari tergantung pada jenis kulit dan tujuan perawatan kulit Anda. Beberapa face mist mengandung tabir surya untuk memberikan perlindungan sinar ultraviolet (UV), sementara face mist lainnya mengandung antioksidan untuk mencegah kerusakan akibat radikal bebas, seperti penuaan dini, peradangan, dan hiperpigmentasi; yang lain bekerja untuk mengatur atau menyegarkan riasan sepanjang hari. 

Hindari Bahan-bahan Ini di Face Mist

Anda sebaiknya menghindari face mist yang mengandung alkohol jika memungkinkan, kata dokter kulit bersertifikat Nava Greenfield. Sebab bahan ini bisa mengelupas kulit dan mengganggu keseimbangan pH kulit.

Namun, perlu digarisbawahi bahwa tidak semua alkohol memiliki reputasi buruk untuk kulit. Menurut National Rosacea Society, beberapa bentuk alkohol mencegah hilangnya air, termasuk setil, setearil, lauril, dan stearil alkohol. Di sisi lain, alkohol astringen seperti etil atau etanol alkohol, metanol, isopropil alkohol, alkohol SD, dan benzil alkohol yang harus Anda perhatikan dalam daftar bahannya.

Seberapa Penting Face Mist?

Tergantung pada kebutuhan kulit Anda, face mist adalah cara mudah untuk menambah hidrasi sepanjang hari. Dokter kulit bersertifikat Rachel Nazarian mengatakan pemakaian face mist dapat meningkatkan penetrasi bahan-bahan produk perawatan kulit atau skincare selanjutnya.

“Jika Anda sudah mengaplikasikan produk perawatan kulit, merias wajah, dan tidak ingin menggunakan pelembap, face mist menambah kelembapan saat Anda menginginkannya dan tidak akan mengganggu apa pun yang ada di wajah Anda,” kata dokter kulit Greenfield.

Bolehkah Menggunakan Face Mist Setiap Hari?

Boleh, tapi jangan mengandalkannya sebagai sumber utama hidrasi, imbau dokter kulit Greenfield. Face mist bekerja paling baik sebagai suplemen pelembap. Baik Anda berencana untuk menyemprotkan face mist setiap hari atau kapan pun Anda ingin menambah kelembapan, pastikan juga bahan-bahannya cocok untuk kulit Anda.

Hanya saja, jangan menyemprotkan face mist secara berlebihan karena dapat mengeringkan kulit. “Ini seperti membiarkan wajah Anda basah dalam waktu lama, yang dapat menyebabkan air menguap dari permukaan kulit dan kulit di bawahnya menjadi kering,” jelas Purvisha Patel, dokter kulit bersertifikat dan pendiri dari Perawatan Kulit Visha. Untuk lebih mencegah kekeringan, Dr. Patel dan sebagian besar dokter kulit merekomendasikan untuk menambahkan pelembap pada wajah Anda untuk mengunci air di kulit jika memungkinkan.

Pilihan Editor: Waspada, Face Mist Bisa Melemahkan Serapan Serum di Kulit Wajah

WELL+GOOD

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."