Menebar Semangat Literasi Sampai ke Anak-anak Panti Asuhan, Menulis dan Membaca untuk Semua

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Narasumber talkshow bertajuk Yamuti dan Literasi untuk Negeri terdiri dari sastrawan dan penulis, Kurnia Effendi, Hermawan Aksan, Ratna Ayu Budiarti, dan Windy Martinda, Bandung, Sabtu, 6 Januari 2024/Foto: Doc. Pribadi.

Narasumber talkshow bertajuk Yamuti dan Literasi untuk Negeri terdiri dari sastrawan dan penulis, Kurnia Effendi, Hermawan Aksan, Ratna Ayu Budiarti, dan Windy Martinda, Bandung, Sabtu, 6 Januari 2024/Foto: Doc. Pribadi.

IKLAN

CANTIKA.COM, Bandung - Membaca dan menulis untuk semua tidak ada pengecualian. Demikian pula yang dirasakan oleh teman-teman di Yayasan Mutiara Ilahi (Yamuti) yang menjadikan literasi sebagai salah satu media belajar. Memeringati milad yang keenam, Yamuti menggelar acara bertajuk Yamuti dan Literasi untuk Negeri pada Sabtu, 6 Januari 2024 di Bandung.

Penggagas acara dan Novelis asal Bandung,Windy Marthinda yang juga menuliskan kisah-kisah inspiratif dari anak-anak panti asuhan mengatakan melalui acara ini ia berharap agar khalayak ramai dapat mengenal Yamuti dan anak-anak hebatnya. 

"Bisa melakukan kerjasama dengan berbagai pihak untuk membuka gerbang kesempatan anak-anak Yamuti bersekolah lebih tinggi dan menggapai cita-cita mereka," ucap penulis buku Pulang ke Rumah ini. 

Membincang buku Pulang ke Rumah yang didedikasikan Windy, sastrawan Kurnia Effendi mengatakan "Pulang ke Rumah" merupakan representasi tentang kehidupan anak-anak yang mendapatkan kasih sayang bukan dari keluarganya, mewakili banyak peristiwa di Indonesia. 

"Penulisnya, Windy Marthinda, mampu mengolah realitas dengan imajinasi sembari menitipkan pesan-pesan humanis melalui perilaku para tokohnya dengan tema-tema keseharian tentang hubungan antarmanusia. Novel serial ini patut menjadi bacaan semua umur, mengandung petuah tanpa menggurui," ucapnya.

Penyair, Ratna Ayu Budiarti mengatakan Pulang ke Rumah adalah buku dengan kisah sederhana tapi pesan kemanusiaan yang luar biasa. Beberapa cerita tentang kehidupan anak-anak yang "ditampung" dalam satu rumah mengalir dengan problemanya masing-masing, diakhiri nasihat tersirat atas peristiwa yang melibatkan persinggungan antarkarakter. 

"Selain mengetengahkan kisah sehari-hari yang nyaris semua orang mengalaminya,  di buku itu juga kita bisa melihat sisi tokoh utamanya yang tidak sempurna. Dan itu manusiawi," ungkap Ratna.

Editor Tribun Jabar, Hermawan Aksan mengatakan jika efek besar bisa muncul tidak selalu dari tema besar. Buku Pulang ke Rumah contohnya. Kisah-kisahnya diangkat dari berbagai kejadian sederhana sehari-hari, tapi terasa menimbulkan dampak besar, setidaknya kepada perasaan pembaca. 

"Kisah-kisah dalam buku ini, yang diambil dari anak-anak polos penghuni Yamuti, ternyata memiliki banyak dimensi kehidupan yang membuat saya merenung-renung: betapa saya belum berarti apa-apa dalam kehidupan nyata," ujar dia. 

Sementara itu menurut ketua pelaksana acara, Ena Rachim pihaknya ingin memberikan apresiasi pada anak-anak- yatim Yamuti hebat dengan bentuk santunan yatim berprestasi dan mengenalkan Yamuti dan kisah-kisahnya melalui buku Pulang ke Rumah. 

"Acara ini sebagai wujud syukur Yamuti atas usia yang keenam serta ajang untuk menyantuni dan mengapresiasi anak-anak hebat berprestasi di bawah asuhan Yamuti. Kami ingin turut serta menyukseskan program literasi yang digagas oleh bupati Bandung." ucap Ena. 

Acara bernuansa edukasi ini dihadiri Kepala Dispusip Kabupaten Bandung, Teguh Purwayadi mewakili gubernur dan bunda literasi Kabupaten Bandung untuk memberi sambutan dan membuka acara. Lalu dihadiri juga oleh sastrawan dan penulis seperti Ratna Ayu Budiarti, Kurnia Effendi, Hermawan Aksan, dan pendiri serta member komunitas Nulis Aja Dulu. Hadir pula duta baca kabupaten bandung, Ghifar dan tak ketinggalan peserta dari Yamuti sendiri ada 200 anak yatim piatu. 

Pilihan Editor: Rilis Buku Keempat, Angkie Yudistia Fokus pada Literasi untuk Disabilitas

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."