4 Manfaat Lompat Tali untuk Kesehatan Tubuh

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi gerakan lompat tali. (Pixabay.com)

Ilustrasi gerakan lompat tali. (Pixabay.com)

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Lompat tali termasuk latihan fisik yang masih digemari masyarakat saat ini. Sering kali lompat tali dimasukkan sebagai bagian dari latihan intensitas tinggi atau sebagai latihan ketangkasan bagi petinju. Dari segi manfaat, lompat tali membantu mengkondisikan sendi penahan beban tepatnya di pergelangan kaki, lutut, dan pinggul, sekaligus memberikan latihan yang meningkatkan detak jantung dan bisa dilakukan di rumah.

Untuk lebih lengkapnya, berikut empat manfaat lompat tali untuk kesehatan tubuh.

1. Meningkatkan Elastisitas Tendon Kaki

Lompat tali dapat membantu meningkatkan elastisitas tendon di kaki yang menopang persendian Anda, seperti tendon Achilles di kaki bagian bawah dan di dekat lutut Anda, menurut ahli terapi fisik Sarah Zimmer.

“Tendon ini bekerja seperti pegas, memuat untuk menyimpan energi dan kemudian melepaskannya, dan harus memiliki tingkat kekakuan dan fleksibilitas yang sesuai untuk menyimpan dan kemudian melepaskan energi untuk mendorong Anda,” kata Zimmer kepada Livestrong, Senin, 8 Januari 2024.

2. Meningkatkan Otot Tubuh Bagian Bawah Tungkai dan Kaki

Lompat tali dapat membantu melatih otot-otot tersebut untuk mendorong Anda menjadi lebih kuat dan lebih cepat, yang sangat membantu dalam lari atau olahraga yang memerlukan perubahan kecepatan dan arah dengan cepat, seperti bola basket dan sepak bola, kata Zimmer.

3. Meningkatkan Daya Tahan Kardiovaskular 

“Lompat tali adalah cara yang bagus untuk melatih sistem aerobik dalam waktu singkat jika Anda tidak punya waktu untuk latihan aerobik yang lebih lama, seperti lari,” ujarnya.

Lompat tali juga bisa menjadi aktivitas yang baik untuk digunakan saat memulihkan atau merehabilitasi cedera di mana Anda belum bisa menoleransi lari, mendaki, atau bersepeda lebih lama.

4. Latihan yang Menyenangkan

Terakhir, lompat tali berpotensi lebih menyenangkan dibandingkan olahraga biasa di treadmill atau elips. Hal ini mungkin menghidupkan kembali kenangan indah tentang lompat tali saat masih kecil, dan tantangan untuk mengatur waktu dan koordinasi yang diperlukan agar berhasil lompat tali juga dapat menjadi stimulus mental yang baik.

"Lompat tali membutuhkan waktu dan koordinasi, yang jika Anda tidak yakin dengan kedua hal tersebut, dapat menyebabkan risiko tersandung atau jatuh,” kata Kate Ligler, CPT, pelatih pribadi dan pelatih olahraga ketahanan yang berbasis di Colorado.

Bagi mereka yang kesehatan sendinya terganggu, dampak lompat tali bisa jadi terlalu menantang dan menyakitkan karena gerakan mendarat dan melompat ke atas yang berulang-ulang.

Zimmer menyarankan untuk memulai lompat tali secara bertahap dari yang kecil dan berkembang secara perlahan. Mulailah dengan lompat tali selama 5 hingga 10 menit secara berkala, dengan interval 30 detik lompat dan 1 menit istirahat hingga waktu Anda habis. Cobalah ini satu atau dua kali seminggu untuk melihat bagaimana tubuh Anda merespons lompat tali.

Pilihan Editor: Jumping Robe Lagi Hits, Ini Gaya 4 Artis yang Menggeluti Olahraga Lompat Tali

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."