Catat, Ini 7 Efek Samping Sedot Lemak

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi sedot lemak. Istimewa

Ilustrasi sedot lemak. Istimewa

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Baru-baru ini warganet dikejutkan dengan kabar aktris Nanie Darham, yang meninggal setelah jalani sedot lemak Oktober lalu. Hal ini diumumkan langsung oleh sang kakak, Andien Darham, melalui akun Instagram pribadinya. Nanie Darham diduga meninggal akibat malapraktik saat menjalani operasi sedot lemak, ada juga yang menduga Nanie meninggal karena ketidaksiapan tubuhnya yang baru saja melahirkan anak dua bulan sebelum operasi. Namun hingga saat ini, hal tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwajib.

Dikutip dari Medical News Today, sedot lemak atau liposuction adalah prosedur pembedahan dengan teknik sedot dengan tujuan menghilangkan lemak di area tubuh tertentu seperti perut dan paha. Operasi ini biasa dipakai sebagai alternatif penurunan berat badan. Tidak jarang, banyak yang melakukan sedot lemak agar mendapatkan tubuh yang ideal dengan cepat. Namun alih-alih mendapat tubuh yang ideal, sedot lemak nyatanya memiliki beberapa efek samping yang berbahaya.

Untuk kamu yang ingin melakukan sedot lemak, ketahui tujuh efek samping sedot lemak yang bisa terjadi.

Efek Samping Sedot Lemak

1. Deformitas Tubuh

Penghilangan lemak yang tidak merata, elastisitas kulit yang buruk, atau penyembuhan yang tidak biasa dapat menyebabkan kulit terlihat bergelombang. Kerusakan di bawah kulit akibat tabung (kanula) yang digunakan selama prosedur sedot lemak dapat menyebabkan kulit tampak berbintik permanen.

2. Terbentuknya Seroma

Akibat sedot lemak bisa membentuk kantong cairan (seroma) tepat di bawah kulit. Bila ini terjadi, seroma dapat dikeluarkan lewat suntikan jarum.

3. Infeksi Kulit

Efek samping dari sedot lemak adalah pasien mengalami infeksi kulit yang parah, tidak hanya di bagian tertentu, juga bisa di seluruh permukaan. Infeksi kulit ini bisa membahayakan dan mengancam nyawa.

4. Membahayakan Organ Dalam

Tabung (kanula) yang digunakan untuk mengeluarkan lemak dari tubuh dapat menembus terlalu dalam sehingga menusuk organ dalam. Apabila hal ini terjadi, maka perlu dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan dokter bedah.

5. Arteri Terhambat

Ketika lemak disedot dengan suntikan, tetap mendatangkan risiko bila lemak yang ditarik akan lepas dan terperangkap di pembuluh darah arteri. Hal ini akan membahayakan aliran darah ke paru-paru dan otak. Kondisi ini disebut juga emboli lemak, yang tergolong keadaan darurat medis.

6. Masalah Ginjal, Jantung, dan Paru-paru

Beberapa organ dalam seperti ginjal, jantung, dan paru-paru akan berisiko akibat sedot lemak karena adanya perubahan kadar cairan secara drastis dalam tubuh selama prosedur pembelahan.

7. Toksisitas Lidokain

Lidokain adalah obat anestesi (penghilang rasa sakit) yang diberikan dengan cairan lewat suntikan selama sedot lemak untuk membantu mengatasi rasa sakit. Meskipun umumnya aman, dalam keadaan yang jarang terjadi, keracunan lidokain dapat terjadi, menyebabkan masalah serius pada jantung dan sistem saraf pusat.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."