SASC Gelar Makeup Training untuk Women Affected by Violence

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
SASC dan Liberty Society mengadakan pelatihan keterampilan tata riaskepada Komunitas Women Affected by Violence. Foto: Dok. SASC

SASC dan Liberty Society mengadakan pelatihan keterampilan tata riaskepada Komunitas Women Affected by Violence. Foto: Dok. SASC

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Merek kecantikan lokal, Socially Aware Sexy Cosmetics atau SASC berkolaborasi dengan Liberty Society menggelar pelatihan keterampilan tata rias atau makeup training kepada Women Affected by Violence di Bogor, Jawa Barat pada Kamis, 2, November 2023. Woman Affected by Violence merupakan sebuah komunitas pengungsi dan pencari suaka perempuan yang anggotanya terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya akibat situasi yang membahayakan kehidupannya.

Pelatihan keterampilan tata rias ini diikuti oleh sebanyak 30 Women Affected by Violence yang berasal dari berbagai negara di Timur Tengah. SASC memberikan total 100 peralatan merias wajah untuk para Women Affected by Violence sejak bulan Juni 2023 lalu. Dalam acara ini, Women Affected by Violence diajarkan keterampilan tata rias oleh seorang penata rias atau makeup artist profesional.

“Sesuai visi dan misi SASC untuk empowering women, sejak berdiri di tahun 2017, sudah banyak program dan kegiatan #BeautyWithACause yang kami lakukan. Mulai dari membina anak yatim perempuan, single mother, membantu penderita bibir sumbing hingga para korban gangguan jiwa. Keterampilan tata rias ini kami berikan sebagai pembekalan skill terhadap Women Affected by Violence agar mereka dapat menggunakan skill merias untuk mencari mata pencaharian,” kata Priscilla Pangemanan, Founder dan CEO SASC dalam siaran pers yang diterima Cantika, Selasa, 7 November 2023.

SASC dan Liberty Society mengadakan pelatihan keterampilan tata rias kepada Komunitas Women Affected by Violence. Foto: Dok. SASC

Sementara itu, menurut Tamara Gondo, Co-Founder dan CEO Liberty Society, kolaborasi dia bersama SASC salah satu cara menunjukkan bahwa kepercayaan diri perempuan bisa dibangun lewat menguasai beragam keterampilan termasuk makeup training.

Dengan diadakannya pelatihan tata rias ini diharapkan Women Affected by Violence mendapatkan keterampilan tata rias, pengetahuan, serta pengalaman baru di bidang kecantikan. Tak hanya itu, pelatihan tersebut juga dapat menambah rasa kepercayaan diri mereka sehingga dapat merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri.

“Mereka dapat menggunakan skill yang sudah kami ajarkan untuk menggapai mimpi mereka sebagai pekerja bidang kecantikan sebagai makeup artist, beauty creator, dan membuka lapangan pekerjaan baru di bidang kecantikan,” ujar Priscilla Pangemanan.

SASC dan Liberty Society mengadakan pelatihan keterampilan tata rias kepada Komunitas Women Affected by Violence. Foto: Dok. SASC

Seperti yang diketahui, Women Affected by Violence tidak memiliki izin bekerja di Indonesia. Oleh karena itu, hak ekonomi mereka tidak terjamin. Keterampilan yang mereka pelajari di sini diharapkan bisa menjadi bekal ketika mereka suatu hari nanti diterima di sebuah negara.

Priscilla Pangemanan berharap bahwa ke depannya pelatihan seperti ini bisa terus dilakukan. Sebab banyak perempuan yang membutuhkan keterampilan tambahan.

“Acara seperti ini harus lebih sering diadakan bahkan di skala yang lebih besar ke depannya. Serta saya ingin mengajak para pekerja bidang kecantikan lainnya, seperti salon, brands, produsen atau manufacturer, dan yang lainnya untuk berkolaborasi agar kita bisa memberikan impact yang lebih besar lagi terhadap perempuan,” tutup Priscilla Pangemanan.

Pelatihan keterampilan tata rias kepada Women Affected by Violence ini merupakan salah satu inisiatif SASC untuk #BeautyWithACause, mencerminkan komitmen SASC untuk memberikan dampak positif pada komunitasnya.

Pilihan Editor: Trend Douyin Makeup Viral di Media Sosial, Riasan Bibir Lebih Bold dan Penuh

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."