Hari Jantung Sedunia, Simak Manfaat Minum Air yang Dapat Mencegah Penyakit Kardiovaskular

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Ilustrasi minum air putih. Pexels/Yaroslav Shuraev

Ilustrasi minum air putih. Pexels/Yaroslav Shuraev

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Air sangat penting untuk kelangsungan hidup kita dan fakta ini tidak dapat disangkal karena kita sering mendengar tentang pentingnya tetap terhidrasi untuk berbagai aspek kesehatan kita, tetapi tahukah Anda bahwa asupan air minum harian dapat berdampak signifikan pada kesehatan jantung Anda? Sesuatu yang sederhana seperti segelas air bisa berperan besar dalam menjaga jantung tetap kuat dan sehat!

Meskipun kita semua tahu bahwa mengikuti pola makan seimbang dan berolahraga secara teratur baik untuk jantung kita, kita sering mengabaikan hidrasi. Kita sering berpikir untuk mengurangi makanan berlemak atau pergi ke gym, namun kita jarang mempertimbangkan dampak dari asupan air yang cukup terhadap kesehatan kardiovaskular kita.

Dalam wawancara dengan HT Lifestyle menjelang Hari Jantung Sedunia pada hari Jumat ini, Vijender Reddy, Co-Founder dan CEO DrinkPrime, mengungkapkan, “Apakah Anda meminum segelas air di pagi hari atau mengambil botol isi ulang selama aktivitas sehari-hari, Anda tidak hanya terhidrasi ; Anda mengambil langkah proaktif untuk menjaga hati Anda.” Dia menyoroti bagaimana air minum membantu jantung Anda -

1. Menjaga Tekanan Darah yang Sehat

Tetap terhidrasi dengan cukup membantu mengatur tekanan darah dengan meningkatkan volume darah yang optimal dan mengurangi ketegangan pada jantung. Hidrasi yang tepat mendukung relaksasi dan pelebaran pembuluh darah, sehingga memudahkan jantung memompa darah ke seluruh tubuh.

2. Mencegah Stres Akibat Dehidrasi 

Tahukah Anda bahwa dehidrasi ternyata bisa memicu stres? Dehidrasi dapat menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk mengedarkan darah, sehingga menyebabkan peningkatan detak jantung dan menambah tekanan pada sistem kardiovaskular. Solusi sederhana dengan tetap terhidrasi dapat menghilangkan masalah ini karena memastikan jantung tidak harus mengkompensasi tingkat cairan yang rendah.

3. Mengurangi Risiko Penggumpalan Darah

Dehidrasi mengentalkan darah, membuatnya lebih rentan terhadap pembekuan. Dengan meminum cukup air, Anda membantu menjaga fluiditas darah, mengurangi risiko penggumpalan darah berbahaya yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.

4. Mendukung Nutrisi

 Pola makan bergizi yang tepat merupakan hal yang harus diikuti oleh setiap orang. Selain itu, nutrisi dari air juga berperan sebagai pembawa nutrisi penting, memastikan nutrisi tersebut mencapai jantung dan organ vital lainnya secara efisien. Transportasi nutrisi ini sangat penting untuk fungsi jantung yang baik.nutrisi

5. Memfasilitasi Pembuangan Limbah

Hidrasi yang cukup mendukung ginjal dalam membuang produk limbah dari darah secara efisien. Ketika limbah menumpuk di aliran darah, hal itu dapat menambah tekanan pada jantung. Asupan air yang tepat membantu menjaga keseimbangan yang sehat dan mengurangi stres ini.

Vijender Reddy menambahkan, “Selain itu, air juga berperan penting dalam mengatur kadar natrium dan menjaga kesehatan jantung dengan membantu menyeimbangkan kadar natrium tubuh dan mendukung pengaturan tekanan darah yang tepat. Ketika Anda mengonsumsi air dalam jumlah yang cukup, ini membantu menjaga keseimbangan natrium dalam aliran darah Anda. Keseimbangan ini sangat penting dalam menjaga volume cairan yang tepat di dalam dan sekitar sel serta mengatur tekanan darah. Ketika Anda cukup terhidrasi, tubuh Anda dapat secara efisien mengeluarkan kelebihan natrium melalui urin, mencegahnya terakumulasi dalam aliran darah Anda.”

Pilihan Editor: 

Peringati Hari Jantung Sedunia, YJI Imbau Masyarakat Pertahankan Gaya Hidup Sehat

HINDUSTAN TIMES

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."