5 Cara Membangun Tempat Kerja yang Aman bagi Kesehatan Mental

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Ilustrasi perundungan di tempat kerja atau workplace bullying. Foto: Freepik.com

Ilustrasi perundungan di tempat kerja atau workplace bullying. Foto: Freepik.com

IKLAN

3. Memberikan kebijakan yang mendorong keseimbangan kehidupan kerja

Stres adalah faktor utama yang berkontribusi terhadap kegelisahan emosional atau mental dan jika dibiarkan, dapat berpotensi membahayakan serta menimbulkan manifestasi fisik dan mental yang serius. Menawarkan kebijakan kerja yang mendukung dan mendorong keseimbangan kehidupan kerja yang sehat tidak hanya akan memberikan manfaat besar dalam manajemen waktu yang efektif namun juga mengurangi tekanan kerja dan membantu karyawan menjalani kehidupan yang bahagia dan penuh tantangan.

4. Penilaian kesejahteraan fisik dan emosional secara teratur oleh ahli

Saat ini, meskipun sebagian besar bisnis menawarkan insentif kesehatan fisik atau diskon kebijakan medis, keanggotaan gym, atau keanggotaan club house gratis, hal tersebut tidaklah cukup. Inisiatif-inisiatif yang menggembirakan ini tidak banyak membantu dalam penilaian aktual terhadap kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan. Penilaian mental dan fisik secara teratur dapat menjadi sangat penting bagi beberapa karyawan yang mungkin tidak menyadari adanya masalah kesehatan – mental atau fisik, sebelum hal tersebut.

5. Fasilitas dan akses ke pakar layanan kesehatan 

Terakhir, memfasilitasi percakapan dan akses ke pakar layanan kesehatan merupakan langkah penting dalam menciptakan tempat kerja yang suportif dan membina yang benar-benar peduli terhadap karyawannya. Beberapa bisnis juga menggunakan layanan aplikasi terkait teknologi medis dan pakar telemedis untuk melindungi privasi karyawan mereka dan memberi mereka ruang aman dan anonimitas yang diperlukan untuk mendiskusikan masalah mereka secara bebas dengan pakar kesehatan mental.

“Dengan dimulainya kembali aktivitas kerja dari kantor secara rutin di seluruh negara, penting bagi para pemimpin bisnis untuk mengatur dan menerapkan pendekatan yang sensitif dan manusiawi dalam mengelola dan mengembangkan sumber daya manusia mereka, dengan penuh empati,” tutupnya.

Pilihan Editor:

5 Cara Meningkatkan Kesehatan Mental dan Spiritual ala Marshanda

INDIAN EXPRESS 

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Halaman

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."