Ini Alasan Perut Ibu Hamil Terasa Keras atau Lembek

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi ibu hamil. (Unsplash/Suhyeon Choi)

Ilustrasi ibu hamil. (Unsplash/Suhyeon Choi)

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Kehamilan disertai dengan beragam perubahan tubuh, termasuk perut yang lebih besar dan berat dari sebelumnya. Bicara soal perut ibu hamil, kadang terasa keras dan kencang, di lain waktu terasa lembek. Apakah itu wajar? Jawabannya iya. Kondisi itu disebabkan oleh tumbuh kembang bayi sesuai trimester, kondisi kehamilan atau sinyal waktu kelahiran bayi sudah dekat. Untuk lebih lengkapnya, yuk, kita pelajari bersama.

Sebenarnya sulit bagi dokter untuk mengatakan pada saat tertentu mengapa perut ibu hamil terasa keras atau lembek tanpa memeriksa dan mengetahui beberapa detailnya, seperti usia kehamilan Anda. Namun secara umum, di awal kehamilan, Anda mungkin merasakan perut terasa tegang karena inti atau otot perut Anda sedang meregang, menurut Christine Greves, ob-gyn di Winnie Palmer Hospital for Women & Babies. Perubahan anatomi mungkin juga berperan, jika terjadi sejak dini.

“Jika sebelum 13 minggu, rahim Anda masih berada di dalam panggul. Jika perut terasa keras karena otot, dan itu mungkin terasa sulit. Namun saat rahim Anda membentang melampaui panggul, rahim Anda mungkin terasa lebih lembut karena ada cairan ketuban di dalamnya," jelas Dr. Greves dikutip dari laman PopSugar, 4 September 2023.

Jika Anda berada di usia kehamilan lanjut, memiliki perut yang terkadang terasa keras dan lembut di saat lain dapat mengindikasikan bahwa Anda mengalami kontraksi Braxton Hicks, kata G. Thomas Ruiz, MD, pemimpin ob-gyn di MemorialCare Orange Coast Medical Center di Fountain Valley, Amerika.

Kontraksi Braxton Hicks, jika Anda belum mengetahuinya, adalah kontraksi rahim yang terjadi pada trimester kedua dan ketiga dan merupakan cara tubuh mempersiapkan persalinan, menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).

“Saya mendapat pertanyaan ini sepanjang waktu. Jika terasa keras selama satu menit atau lebih dan kemudian menjadi lunak, itu adalah kontraksi Braxton Hicks," kata Dr. Ruiz.

Perlu dicatat, Dr. Greves mengatakan jika merasakan sensasi ini ketika Anda mendekati tanggal persalinan bisa menjadi tanda persalinan yang sebenarnya. Artinya, bayi Anda akan segera lahir.

Sementara itu, jika perut ibu hamil terasa keras dan kencang ada beberapa faktor penyebabnya termasuk Braxton Hicks. “Kadang-kadang itu hanya sensasi yang dirasakan orang-orang dengan Braxton Hicks,” kata Dr. Ruiz. "Jika perutnya membuncit, rasanya terasa berat."

Perut ibu hamil terasa keras dan kencang juga bisa disebabkan oleh nyeri ligamen bundar, yang merupakan ketidaknyamanan umum yang dapat terjadi pada satu atau kedua sisi perut Anda, hingga ke selangkangan, jelas Dr. Ruiz. Jika Anda khawatir tentang perubahan pada perut Anda, sebaiknya konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan Anda, sehingga mereka dapat menilai situasinya dan merekomendasikan tindakan terbaik, jika ada.

Bagaimana jika perut ibu hamil hanya keras di salah satu sisi? Jawabannya, itu mungkin disebabkan oleh bayi. Saat bayi Anda tumbuh, ruang di dalam rahim Anda menjadi lebih sempit, sehingga hanya menyisakan sedikit ruang bagi bayi untuk bergerak. Jika perut Anda terasa keras di satu sisi, ada kemungkinan Anda merasakan tulang belakang atau kaki si kecil, kata Dr. Greves.

Jika Anda khawatir soal perut Anda terasa keras dan kencang, lalu lembek di lain waktu, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda. Mereka dapat memberi Anda pemeriksaan fisik, jika dirasa perlu, dan menawarkan panduan pribadi tentang apa yang harus dilakukan setelahnya.

Pilihan Editor: Dear Ibu Hamil, Simak Pentingnya Pemenuhan Nutrisi Esensial pada Setiap Tahapan Kehamilan

POPSUGAR

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."