Sri Mulyani Kehilangan Suara Karena Terkena ISPA, Pahami Penyebab Penyakit Ini

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Mitra Tarigan

google-image
Menko Polhukam yang juga Ketua Komite Koordinasi Nasional PP TPPU Mahfud MD (kiri) berbincang dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani (kanan) saat mengikuti rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa 11 April 2023. Rapat tersebut membahas tentang laporan hasil rapat Komite Nasional TPPU terkait perkembangan isu transaksi keuangan mencurigakan di Kementerian Keuangan dengan nilai Rp349 triliun. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Menko Polhukam yang juga Ketua Komite Koordinasi Nasional PP TPPU Mahfud MD (kiri) berbincang dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani (kanan) saat mengikuti rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa 11 April 2023. Rapat tersebut membahas tentang laporan hasil rapat Komite Nasional TPPU terkait perkembangan isu transaksi keuangan mencurigakan di Kementerian Keuangan dengan nilai Rp349 triliun. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani kehilangan suaranya ketika menghadiri rapat kerja dengan Komisi XI DPR, di Gedung Parlemen, Jakarta, pada Kamis 31 Agustus 2023. Suaranya serak, dan mengaku terkena infeksi saluran pernafasan atau ISPA.

Sri Mulyani dijadwalkan untuk memaparkan asumsi dasar dalam RUU APBN Tahun Anggaran 2024, namun, ia mengaku tak kuat berbicara sehingga menyerahkan pemaparan kepada Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. "Suara saya hilang jadi mohon Pak Wamen saja," kata Sri Mulyani dalam rapat tersebut di Gedung Parlemen, Jakarta. 

Saat rapat berlangsung, Sri Mulyani pun hanya diam saja dan tak memberi komentar lagi. Pada saat beberapa anggota dewan di Komisi XI mengajukan pertanyaan pun Sri Mulyani mengaku masih tak bisa bicara.

Di Instagram story akun pribadinya, Sri Mulyani pun merilis meme tentang harimau dan bebek. Ia menambahkan tulisan 'Aku' pada harimau, dan menambahkan tulisan 'suaraku' pada si bebek. Harimau memantau si bebek. Tiba-tiba si bebek menyelam, dan si harimau pun celingukan mencari si bebek yang hilang. "Ehemm, suara saya ilang. Kira-kira besok ketemu nggak ya?" tanya Sri Mulyani kepada netizen pada 31 Agustus 2023. 

ISPA semakin banyak dialami masyarakat, terutama di musim banyak debu ini. Seperti dilansir Halodoc, Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan infeksi akut yang menyerang satu komponen saluran pernapasan. Terutama pernapasan bagian atas meliputi hidung, sinus, faring, dan laring.  Infeksi ini dapat menimbulkan sejumlah gejala. 

Mulai dari batuk, pilek, dan demam. Selain itu, gangguan pernapasan ini juga sangat mudah menular dan siapapun dapat mengalaminya. Khususnya anak-anak dan mereka yang berusia lanjut (lansia). Infeksi saluran pernapasan akut adalah infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan. Baik saluran pernapasan atas maupun bawah. 

Contoh infeksi saluran pernapasan atas, adalah flu biasa, epiglottitis, radang tenggorokan, faringitis, dan sinusitis (infeksi sinus). Sementara itu, infeksi saluran pernapasan bawah dapat meliputi infeksi bakteri, Staphylococcus aureus atau infeksi jamur. 

Selain itu, COVID-19 juga menjadi satu jenis penyakit ISPA. Jika mengalami gejalanya, penting untuk segera melakukan pemeriksaan. Misalnya seperti swab antigen (rapid test antigen) atau melakukan pemeriksaan PCR.  

Penyebab ISPA pun cukup beragam. Ada penyebabnya adalah infeksi virus atau bakteri pada saluran pernapasan baik atas maupun bawah. Namun, ISPA paling umum terjadi akibat infeksi virus pada saluran pernapasan bagian atas. 

Ada sejumlah jenis virus yang umumnya menjadi penyebab ISPA, beberapa di antaranya adalah Rhinovirus yang dapat menyebabkan pilek. Ada pula Adenovirus, yang dapat menyebabkan pilek, bronkitis, dan pneumonia.Virus influenza yang dapat menyebabkan flu hingga virus Corona penyebab infeksi COVID-19. 

Selain virus, beberapa jenis bakteri juga dapat menyebabkan ISPA, seperti streptococcus yang dapat menyebabkan faringitis, impetigo, demam rematik, sepsis, meningitis. Ada pula staphylococcus aureus yang dapat menyebabkan pneumonia. 

Pilihan Editor: Hadiri Upacara Bendera 17 Agustus di Istana, Sri Mulyani Pakai Baju Adat Soe NTT

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."