Untuk Bantu Produksi ASI, Begini Cara Merebus Sayur Katuk dan Kelor yang Tepat

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi menyusui. SpineUniverse

Ilustrasi menyusui. SpineUniverse

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Ada banyak faktor yang memengaruhi produksi Air Susu Ibu atau ASI lancar. Salah satunya adalah asupan bergizi seperti sayur daun katuk dan kelor. Menurut Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Dr (Cand.) dr Inggrid Tania, MSi daun katuk, kelor ditambah kunyit dan spirulina bisa membantu memperlancar produksi ASI.

Dia juga mengungkapkan bahan-bahan herbal lainnya semisal daun beluntas, daun pepaya, adas, klabet, habbatussauda, kunyit, temulawak juga bermanfaat untuk meningkatkan kuantitas dengan merangsang produksi ASI dan kandungan nutrisi, kemudian zat-zat bioaktif misalnya antioksidan guna memperkaya atau meningkatkan kualitas ASI.

Kembali ke soal daun katuk dan kelor, Anda bisa membuatnya sebagai sayur untuk meningkatkan produksi ASI. Lantas apa saja yang perlu disiapkan?

Menurut dokter Tania, bahan-baha yang perlu disiapkan yakni 500 - 600 ml air, satu genggam katuk, satu genggam kelor, 20 gram kunyit dan iris-iris, seperempat hingga setengah sendok teh spirulina, satu siung bawang putih dan dua siung bawang merah yang juga diiris-iris.

Baca juga: Jangan Khawatir Bila ASI Keluar Sedikit Sepekan Setalah Melahirkan

Cara membuatnya yakni didihkan air, kemudian masukkan irisan bawang merah, bawang putih, kunyit. Setelah itu, masukkan katuk dan kelor segar.

Tania merekomendasikan agar tidak menggunakan daun kelor yang sudah dipetik lebih dari enam jam karena daun ini mudah teroksidasi.

Selain itu, seseorang boleh saja merebus daun katuk bersama tangkainya, namun yang dikonsumsi cukup daunnya.

"Ketika merebus daun katuk dan kelor boleh saja kelor itu dimasukkan bersama tangkai-tangkainya tapi yang dimakan cukup daunnya. Tangkai kelor mengandung zat bioaktif yang mirip dengan kandungan di dalam daun. Tetapi tangkai kelor keras sehingga biasanya tidak ikut dimakan," paparnya.

Selanjutnya, masak bahan-bahan yang dimasukkan tadi selama lima hingga 10 menit hingga sayur melunak, lalu matikan api dan masukan spirulina dan garam lalu aduk.

"Rasanya cukup gurih, segar. Disarankan konsumsi setidaknya dua hingga tiga kali sehari. Jangan lupa habiskan airnya karena pada air terlarut banyak nutrisi dan zat bioaktif," ujar Tania.

Herbal Bisa Mendukung Produksi ASI

Para ibu menyusui bisa memanfaatkan bahan-bahan herbal untuk memperlancar produksi ASI. Selain herbal buatan sendiri, orang-orang juga bisa menggunakan produk herbal atau jamu pelancar ASI yang tersedia di pasaran, tetapi pastikan sudah ada nomor izin edar Badan POM pada kemasan dan dipastikan izin edar itu asli.

"Sebetulnya herbal itu preparasi atau banyak bentuk sediaannya. Kalau yang praktis, itu membeli produk herbal atau jamu pelancar ASI, yang penting memperhatikan, sudah ada nomor izin edar Badan POM pada kemasan dan dipastikan izin edarnya asli atau bisa diperiksa di laman resmi atau aplikasi Badan POM," ungkapnya.

Pilihan Editor: Pekan Menyusui Sedunia, Ini 5 Alasan Mengapa ASI Tak Tergantikan

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."