Ketahui Siklus Daur Kehidupan Manusia Melalui Selembar Wastra Nusantara

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Peringati hari jadi yang ke-47, Museum Teksil dan Himpunan Wastraprema menggelar pameran Wastra Nusantara, 21 Juni - 30 Juli 2023/Foto: Cantika/Ecka Pramita

Peringati hari jadi yang ke-47, Museum Teksil dan Himpunan Wastraprema menggelar pameran Wastra Nusantara, 21 Juni - 30 Juli 2023/Foto: Cantika/Ecka Pramita

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta -  Peringati hari jadi yang ke-47, Museum Teksil dan Himpunan Wastraprema menggelar pameran Wastra Nusantara. Dalam rangka memperingati hari jadi yang ke-47, Museum Teksil dan Himpunan Wastraprema mempersembahkan pameran Wastra Nusantara yang bertema  "Menjalin Benang, Meniti Sukma: Wastra Tenun Bertuah Dalam Siklus Daur Hidup”

Terdapat 85 koleksi kain tenun dari Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Lampung, Bali hingga Nusa Tenggara Timur dipamerkan di Museum Tekstil mulai tanggal 21 Juni – 30 Juli 2023.

Peringati hari jadi yang ke-47, Museum Teksil dan Himpunan Wastraprema menggelar pameran Wastra Nusantara, 21 Juni – 30 Juli 2023/Foto: Cantika/Ecka Pramita

Pameran tersebut merepresentasikan siklus daur kehidupan sejak dari kelahiran masa di dalam kandungan, kelahiran, anak-anak, remaja, menikah, dewasa hingga menutup mata. Wastra selalu hadir dan memiliki peran penting terutama dalam ritual yang berhubungan dengan siklus daur kehidupan, baik digunakan sebagai busana atau sebagai pelengkap upacara. 

Sebagai contoh, wastra untuk upacara biasanya dibuat secara khusus menggunakan benang yang dipintal tangan dan diwarnai dengan pewarna alam. Proses pembuatannya pun diiringi dengan doa sehingga dipercaya memiliki tuah yang diharapkan dapat memberi kebaikan, kebahagiaan, keselamatan, dan perlindungam bagi pemakainya serta jalannya upacara. 

Peringati hari jadi yang ke-47, Museum Teksil dan Himpunan Wastraprema menggelar pameran Wastra Nusantara, 21 Juni – 30 Juli 2023/Foto: Cantika/Ecka Pramita

Sayangnya, di zaman modern yang serba praktis ini, rangkaian upacara daur hidup sudah jarang dilakukan lagi, hanya di beberapa tempat dan golongan tertentu saja yang masih mempertahankan upacara tersebut sebagai bagian dari tradisi. Sebagai konsekuensinya, banyak wastra untuk keperluan daur hidup tidak ditenun lagi dan pengetahuan tentang cara pembuatan serta penggunaannya secara perlahan mulai memudar. 

Untuk mengenang makna simbolisnya, pameran ini menyajikan beragam wastra tenun yang digunakan dalam siklus daur hidup manusia dari berbagai daerah di Indonesia. Wastra tenun dari Batak dan Bali menjadi highlight pada pameran kali inii, menampilkan wastra untuk daur hidup yang runut dari kelahiran hingga kematian. 

Peringati hari jadi yang ke-47, Museum Teksil dan Himpunan Wastraprema menggelar pameran Wastra Nusantara, 21 Juni – 30 Juli 2023/Foto: Cantika/Ecka Pramita

Keindahan dalam kesederhanaan dan kemewahan yang memancar dari setiap lembar wastra merupakan kata tanpa suara yang menyeru betapa kaya dan agungnya budaya wastra Indonesia. 

Pilihan Editor: Konsisten Gunakan Wastra Nusantara, JYK Raih Genius of Gianni Versace Award

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."