3 Penyebab Skin Barrier Rusak, Jangan Abaikan

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi kulit wajah/Foto: Freepik

Ilustrasi kulit wajah/Foto: Freepik

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta -  Lapisan pelindung kulit atau skin barrier merupakan garda terdepan dalam menjaga kesehatan kulit. Oleh karena itu, pentingnya menjaga kesehatan skin barrier menjadi perhatian kita bersama termasuk kelembapannya, tidak kering. Sebab jika skin barrier rusak, semua jenis masalah kulit akan muncul, mulai dari tekstur, kekeringan hingga muncul jerawat.

Tentu saja, memakai produk yang menghidrasi adalah suatu keharusan, tetapi mengetahui kebiasaan yang jadi pemicu skin barrier rusak juga sama pentingnya. Berikut ini tiga penyebab skin barrier rusak yang paling umum, menurut ahli kimia kosmetik, Kate Biberdorf.

1. Perubahan Suhu yang Cepat

Jika Anda ingin segera tiba di area dengan pendingin ruangan atau AC setelah berjalan-jalan di bawah teriknya sinar matahari, pikir ulang kembali. Sebab hal itu termasuk penyebab umum skin barrier rusak. Meski Anda menyukai berada di ruang sejuk setelah panas-panasan, skin barrier Anda mungkin tidak menyukainya.

“Saat ini (perubahan suhu yang cepat) terjadi, kulit Anda benar-benar membuang molekul air dari permukaan, dan menguap ke udara,” kata Biberdorf, seperti dikutip dari laman Mind Body Green, Kamis, 29 Juni 2023.

Cara Mengatasinya:

Daripada menyetel suhu AC pada titik terendah sepanjang waktu selama musim panas, cobalah untuk membuatnya tetap nyaman dan sejuk, tetapi bukan membeku. Selain membantu merawat skin barrier Anda, juga menghemat uang Anda dari tagihan bulanan, jadi hal ini banyak menguntungkan dari berbagai sisi.

2. Bepergian dengan Pesawat

Bukan rahasia lagi jika kulit Anda akan mengering selama di pesawat, tetapi mengapa hal itu bisa terjadi?

“[Terbang] mengeluarkan uap dari atmosfer, sehingga kulit Anda cenderung mengering,” kata Biberdorf.

Hal itu dilakukan untuk membuat lingkungan pesawat nyaman bagi semua orang, tapi kulit Anda mungkin merasakan efek negatifnya.

Cara Mengatasinya:

“Pastikan untuk bepergian selalu menggunakan losion tubuh yang melembapkan dan lapisi kulit Anda terlebih dahulu dengan produk yang akan memberikan hidrasi yang tahan lama,” ujar Biberdorf.

3. Menggunakan Sabun Mandi yang Salah

“Semua sabun mandi tidak dibuat sama,” ucap Biberdorf. Anda akan tahu bahwa sabun mandi dapat membuat kulit kering setelah Anda keluar dari kamar mandi. Biasanya kulit akan terasa kencang atau terlihat pucat, itu pertanda pasti bahwa sabun tersebut tidak cocok di kulit Anda.

Cara Mengatasinya:

Carilah produk berkualitas tinggi yang dirancang untuk perawatan skin barrier. Perhatikan bahan-bahan seperti asam hialuronat, niacinamide, peptida, lidah buaya, shea butter, dan minyak nabati. Apa pun sabun mandi yang Anda gunakan, pastikan untuk mengoleskan losion tubuh yang menghidrasi setelah mandi.

Semoga ulasan singkat di atas dapat membuat kita semakin waspada menghindari penyebab skin barrier rusak. 

Pilihan Editor: Ketahui Ciri Skin Barrier Rusak dan Cara Mengatasinya

AN NISA RISTIANTI | MIND BODY GREEN

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."