Yang Dirasakan Pengidap Multiple Sclerosis saat Hamil, Kekebalan Tubuh Lebih Baik

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Ilustrasi Kehamilan. TEMPO/Aditia Noviansyah

Ilustrasi Kehamilan. TEMPO/Aditia Noviansyah

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Multiple Sclerosis (MS) adalah kondisi di mana kekebalan tubuh menyerang dan merusak lapisan sistem saraf dalam tubuh. Kehamilan bisa bantu redakan gejala dan tidak sering kambuh. 

Saat menjalani kehamilan, wanita dengan penderita multiple sclerosis terlindungi dari kambuh. Studi menunjukkan perubahan positif yang terjadi pada sistem kekebalan tubuh selama masa kehamilan. Wanita dengan gejala Multiple sclerosis diamati berkurang dan cukup membaik selama kehamilan. Studi ini dipublikasikan dalam 'Journal of Neuroinflammation'.

Kehamilan merupakan hal yang istimewa dilihat dari sudut pandang imunologi. Sistem kekebalan berfungsi melindungi kita dari zat asing. Terlepas dari kenyataan bahwa setengah dari faktor genetik janin berasal dari ayah, namun sistem kekebalan tubuh ibu tidak menolaknya. Sistem kekebalan diadaptasi menjadi lebih toleran selama kehamilan, yang merupakan salah satu alasan mengapa tindakan penyeimbangan genetik ini hampir selalu berhasil.

Multiple Sclerosis (MS) kondisi di mana kekebalan tubuh menyerang dan merusak lapisan sistem saraf dalam tubuh, biasanya yang dirusak adalah selubung mielin atau pelindung saraf. Saraf menjadi meradang yang mengakibatkan rusaknya saraf. Meskipun tersedia pilihan pengobatan baru dan lebih efektif, sebagian besar pasien MS memburuk dari waktu ke waktu.

Para peneliti percaya bahwa penekanan sementara dari respon imun dapat menjelaskan mengapa wanita hamil dengan MS dapat benar-benar membaik. Gejala, atau kekambuhan, berkurang hingga 70 persen selama sepertiga terakhir kehamilan. Penyakit autoimun lainnya, seperti rheumatoid arthritis, juga membaik sementara selama kehamilan.

Namun, alasan untuk ini belum terungkap. Inilah mengapa para peneliti di balik penelitian ini ingin menyelidiki mekanisme apa yang mungkin berperan penting untuk penurunan gejala selama kehamilan, sebagai langkah untuk menemukan strategi pengobatan di masa depan dengan efek yang sama pada MS dan kemungkinan penyakit serupa lainnya.

Para peneliti sangat tertarik pada sel T, yang berperan penting pada sistem kekebalan tubuh. Selain itu, sel T juga berfungsi penting selama kehamilan juga dalam mendorong MS. Para peneliti membandingkan 11 wanita penderita MS dengan 7 wanita sehat yang diambil darahnya sebelum, selama, dan setelah kehamilan.

Untuk lebih memahami apa yang terjadi pada sel kekebalan, para peneliti mengidentifikasi gen yang digunakan dalam sel T di berbagai titik selama kehamilan. Mereka juga melihat perubahan yang mengontrol bagaimana gen dihidupkan dan dimatikan, yang dikenal sebagai perubahan epigenetik. 

"Yang mungkin paling mencolok adalah bahwa kami tidak dapat menemukan perbedaan nyata antara kelompok selama kehamilan, karena tampaknya sistem kekebalan wanita hamil dengan MS terlihat seperti wanita hamil yang sehat," kata Sandra Hellberg, asisten profesor di Departemen Ilmu Biomedis dan Klinis di Universitas Linkoping dan salah satu peneliti di balik penelitian ini.

Para peneliti menemukan jaringan gen yang berinteraksi dan terpengaruh selama kehamilan. Studi mereka menemukan bahwa gen ini sebagian besar terkait dengan penyakit dan proses penting dalam sistem kekebalan tubuh.

"Kita dapat melihat bahwa perubahan sel T mencerminkan perbaikan dalam frekuensi kambuh. Perubahan terbesar terjadi pada sepertiga terakhir kehamilan, dan di sinilah wanita dengan MS mengalami peningkatan paling banyak. Perubahan ini kemudian dibalikkan setelah kehamilan ketika ada peningkatan sementara dalam aktivitas penyakit. Penting untuk ditekankan bahwa aktivitas penyakit setelah itu kembali seperti sebelum kehamilan," kata Hellberg.

Jaringan gen yang terpengaruh selama kehamilan juga termasuk gen yang diatur oleh hormon pada saat hamil, terutama progesteron. Para peneliti sekarang sedang menguji berbagai hormon di laboratorium dalam upaya meniru efek yang sama, untuk melihat apakah terdapat kemungkinan menjadi strategi pengobatan di masa depan.
Penelitian ini merupakan hasil kolaborasi jangka panjang antara peneliti kedokteran dan bioinformatika. 

Pilihan Editor: Waspada, Kehamilan Disertai Migrain Berisiko Penyakit Komplikasi

AN NISA RISTIANTI | HINDUSTAN TIMES 

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."