6 Cara Mengatasi Pertengkaran dengan Pasangan, Pentingnya Mendengar dan Kompromi

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Freepik.com/Drazen Zigic

Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Freepik.com/Drazen Zigic

IKLAN

CANTIKA.COM, JakartaPertengkaran dengan pasangan ada kalanya menjadi intens dan masalah menjadi serius. Hal itu menyebabkan permainan menyalahkan dan hubungan menjadi buruk. Dalam banyak kasus, pemicu pertengkaran yang buruk mungkin bukan alasan utama, tetapi masalah yang lebih dalam seperti kurangnya kepercayaan atau perasaan tertekan bisa menjadi penyebabnya. Dalam kasus seperti itu, dialog konstruktif sambil memahami perasaan satu sama lain bisa menjadi salah satu cara mengatasi pertengkaran dengan pasangan. Bersikap penuh perhatian dan hormat selama pertengkaran bisa sangat membantu dalam melindungi hubungan Anda dari efek pertengkaran setelahnya.

"Berkelahi dengan pasangan Anda bisa menjadi pengalaman yang membuat frustrasi dan melelahkan, dan itu bisa merusak hubungan Anda. Untungnya, ada banyak cara efektif untuk berhenti bertengkar dan mempertahankan hubungan yang sehat dan penuh kasih," kata Arouba Kabir, Penasihat Kesehatan Mental & Pendiri, Enso Wellness, seperti dikutip dari Hindustan Times, pada Sabtu, 25 Maret 2023.

Berikut adalah enam cara mengatasi pertengkaran dengan pasangan yang disarankan oleh Arouba.

1. Berlatih Mendengarkan secara Aktif

Mendengarkan salah satu cara mengatasi pertengkaran dengan pasangan. Mendengarkan secara aktif berarti memperhatikan kata-kata pasangan Anda dan memahami perspektif mereka.

Sangat penting untuk memberikan perhatian penuh kepada pasangan Anda dan menghindari menyela mereka. Apa yang bisa kamu katakan? "Aku mendengar apa yang kamu katakan, dan aku mengerti bagaimana perasaanmu."

2. Perhatikan Nada dan Bahasa Anda

Cara Anda berbicara dengan pasangan dapat berdampak signifikan pada hasil percakapan. Penting untuk berbicara dengan hormat dan menghindari penggunaan bahasa yang bisa terkesan agresif atau konfrontatif.

Alih-alih menyalahkan, gunakan pernyataan "aku" untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan Anda. Anda bisa berkata, "Aku merasa sakit hati saat kamu berbicara seperti itu kepada aku, bisakah kita mencoba berkomunikasi dengan lebih hormat?"

3. Pentingnya Jeda

Di saat emosi memuncak, dan mungkin sulit untuk melakukan percakapan yang produktif, istirahatlah dan menjauhlah dari situasi tersebut. Gunakan waktu ini untuk menenangkan diri dan mengumpulkan pikiran Anda.

Cobalah katakan, "Aku pikir kita harus istirahat dan meninjau kembali percakapan ini saat kita berdua berada dalam kondisi emosi lebih baik."

Baca juga: Hindari 6 Bahasa Tubuh Ini saat Bertengkar

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."